ITK Avicenna Ubah Limbah Sekam Padi menjadi Sabun Cuci Piring Bernilai Ekonomi

  • 20 Agt 2026 08:23 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Konawe — Limbah sekam padi yang selama ini kerap dibakar, ditumpuk, atau dibuang begitu saja mulai diubah menjadi produk bernilai guna oleh Kelompok PKK Desa Matahoalu, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi dan Kesehatan (ITK) Avicenna bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026 melalui program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan Judul: Inovasi Pemanfaatan Karbon Aktif Sekam Padi Menjadi Sabun Cuci Piring untuk Peningkatan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Matahoalu. Program ini dilaksanakan pada tahun 2026 dengan melibatkan Kelompok PKK Desa Matahoalu sebagai mitra sasaran.

Desa Matahoalu merupakan wilayah agraris dengan sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani padi. Setiap musim panen, aktivitas pertanian menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah cukup besar. Selama ini umumnya sekam padi hanya ditumpuk di sekitar penggilingan, dibakar secara terbuka, atau dibuang di lingkungan sekitar halaman sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, tim PkM ITK Avicenna menghadirkan pendekatan melalui pengolahan sekam padi melalui proses karbonisasi dan aktivasi untuk menghasilkan karbon aktif yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan sabun cuci piring guna meningkatkan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Matahoalu.

Ketua tim PkM, Rezky Dwi Fitriani, S.Farm., M.Farm., bersama anggota tim memberikan bimbingan teknis kepada anggota PKK Desa Matahoalu mengenai proses produksi sabun cuci piring berbahan karbon aktif sekam padi. Materi praktik mencakup persiapan bahan, pengeringan, pembakaran sekam, penghalusan, pembuatan arang aktif, formulasi sabun, hingga proses pengemasan produk.

Selain keterampilan produksi, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai dampak limbah sekam padi terhadap kesehatan dan lingkungan melalui kegiatan “Dari Limbah Menjadi Manfaat: Inovasi Sekam Padi untuk Kesehatan dan Ekonomi Desa”oleh Dr. Ir. Hj. Asniar, M.M. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 19 Juli 2026, di Kantor Posyandu Desa Matahoalu dan diikuti oleh anggota PKK serta tim PkM.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya melihat sekam padi sebagai limbah, tetapi juga memahami bahwa bahan tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” demikian tujuan pemberdayaan yang tercermin dalam laporan kegiatan PkM tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....