Polda Sultra Tekankan Pencegahan Karhutla, 631 Personel Disiagakan

  • 13 Agt 2026 08:16 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Polda Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., saat memimpin apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan karhutla di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Selasa 11 Agustus 2026.

Sebanyak 631 personel gabungan disiapkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Kekuatan tersebut melibatkan kepolisian bersama Dinas Kehutanan, BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, BMKG, Manggala Agni dan stakeholder lainnya.

Kapolda mengatakan keberhasilan penanganan karhutla tidak semata-mata diukur dari kemampuan memadamkan api. Menurutnya, upaya pencegahan, deteksi dini dan respons cepat harus menjadi prioritas.

Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang mulai Agustus 2026 dinilai dapat meningkatkan potensi kebakaran. Kondisi tersebut diperparah dengan aktivitas manusia yang berpotensi menjadi salah satu pemicu.

Kapolda meminta jajaran meningkatkan pemantauan di wilayah yang telah dipetakan sebagai daerah rawan.

Berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sultra, terdapat tujuh titik rawan yang tersebar di empat kabupaten, yakni Bombana dua titik, Kolaka Utara satu titik, Konawe Utara satu titik dan Konawe Selatan tiga titik.

“Pastikan seluruh unsur siap, lakukan simulasi tanggap darurat dan latihan kesiapsiagaan, kedepankan kecepatan dalam merespons setiap kejadian serta tingkatkan koordinasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder,” tegas Kapolda.

Jajaran juga diminta aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat serta memastikan kesiapan peralatan dan dukungan operasional.

Dengan langkah tersebut, Polda Sultra berharap potensi karhutla dapat dicegah sejak dini sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap masyarakat, lingkungan dan kawasan hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....