Kominfo Kendari: Siswa Harus Cerdas Bermedia di Era Digital
- 11 Agt 2026 06:44 WIB
- Kendari
RRI.CO. ID, Kendari - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda mengingatkan siswa untuk cerdas bermedia dan bijak menggunakan handphone. Pesan itu disampaikan saat menjadi pemateri MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari Tahun Ajaran 2026/2027, Senin 10 Agustus 2026.
Kegiatan MPLS berlangsung sejak 29 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu. Kegiatan ini bagian dari pembinaan awal peserta didik baru. Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan dan semangat belajar siswa.
Dalam materinya bertajuk “Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone”, Sahuriyanto mengajak peserta didik melihat teknologi bukan sekadar sarana hiburan.
"Media sosial ini bukan hanya tempat scroll. Kita bisa mendapatkan informasi, belajar, berkarya, berprestasi, berbagi kreativitas, bahkan mendukung usaha dan membangun reputasi diri melalui konten-konten positif" ujarnya.
Namun, kemudahan mengakses informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab. Siswa diingatkan agar tidak terburu-buru membagikan informasi yang diterima di media sosial.
"Kita harus cepat membaca, tetapi lambat membagikan. Sebelum share, periksa dulu apakah informasinya benar, aman, bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain" jelasnya.
Sahuriyanto juga mengingatkan sejumlah risiko di ruang digital mulai dari hoaks, kecanduan media sosial, cyberbullying, penyalahgunaan data pribadi, penipuan online, peretasan akun hingga penyebaran konten tidak pantas.
Siswa diminta tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun membuka tautan mencurigakan. Pengamanan akun dengan fitur autentikasi dua faktor juga perlu dibiasakan.
Lebih lanjut, penggunaan handphone harus dikendalikan agar tidak mengganggu aktivitas utama siswa.
"Bukan hanya boleh pakai HP atau tidak, tetapi dipakai untuk apa dan berapa lama? Handphone yang sama ketika berada di tangan kita bisa memberikan hasil yang berbeda, tergantung bagaimana kita menggunakannya" katanya.
Sahuriyanto mendorong siswa memanfaatkan handphone untuk mencari bahan belajar, mengerjakan tugas, berkomunikasi, membuat karya dan mengembangkan keterampilan. Namun perangkat digital tidak boleh mengorbankan waktu belajar, interaksi dengan keluarga, istirahat maupun kewajiban sehari-hari.
Sahuriyanto mengapresiasi kebijakan pembatasan penggunaan media sosial dan handphone di Sekolah Rakyat. Menurutnya kebijakan tersebut membantu menciptakan suasana belajar lebih fokus sekaligus membangun kebiasaan penggunaan teknologi secara sehat.
"Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita membentuk masyarakat yang cakap digital, aman dan produktif. Anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus, sehingga sejak sekarang harus dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak" tutupnya.
Melalui pembekalan tersebut, peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi yang cakap digital, beretika, memahami keamanan di ruang digital dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....