Pemkot Kendari Siapkan Master Plan RSUD untuk Pengembangan 20–30 Tahun
- 09 Agt 2026 14:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari mulai menyiapkan arah pengembangan jangka panjang RSUD Kota Kendari melalui penyusunan Master Plan yang diproyeksikan menjadi pedoman pembangunan rumah sakit hingga 20–30 tahun ke depan.
Pembahasan rancangan Master Plan berlangsung dalam kegiatan presentasi awal di Aula RSUD Kota Kendari, Kamis (6/ Agustus 2026). Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan pembangunan rumah sakit secara berkesinambungan, termasuk ketika terjadi pergantian kepemimpinan daerah.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan penyusunan Master Plan tidak boleh hanya menjawab kebutuhan rumah sakit saat ini, tetapi juga harus mampu mengantisipasi kebutuhan pelayanan kesehatan dalam beberapa dekade mendatang.
Menurut Siska, posisi RSUD Kota Kendari yang berada di pusat kota memiliki nilai strategis sehingga pengembangan kawasan rumah sakit perlu dirancang secara matang dan terintegrasi.
“Master plan ini menjadi peta jalan pembangunan rumah sakit untuk 20 sampai 30 tahun ke depan. Siapa pun kepala daerahnya nanti, pembangunan harus tetap mengacu pada rencana yang sama sehingga tidak berubah-ubah dan tetap berkelanjutan,” ujar Siska.
Siska juga meminta rancangan Master Plan memberikan gambaran yang jelas mengenai penempatan setiap fasilitas, mulai dari gedung pelayanan, ruang terbuka hijau, taman, area publik hingga fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah juga mendorong tim konsultan menghadirkan konsep kawasan yang lebih konkret sehingga setiap zona memiliki fungsi yang jelas dan mampu membangun sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
“Kami ingin melihat konsep yang utuh. Di area ini akan dibangun apa, fungsi gedungnya apa, bagaimana konektivitasnya. Dengan begitu kami bisa memberikan masukan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.
Dalam rencana tersebut, pengembangan kawasan RSUD akan memperhatikan konsep healing architecture dengan mengedepankan kenyamanan pasien melalui pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, lanskap hijau dan ruang terbuka.
Konsultan dari Wahana Cipta Konsultan, Akbar Arifin, memaparkan rancangan kawasan rumah sakit dengan mempertimbangkan aspek klimatologi, tingkat kebisingan, aksesibilitas serta sistem zonasi sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.
Rancangan juga mengusulkan tiga akses utama kawasan, yakni jalur khusus ambulans, jalur pasien dan pengunjung, serta jalur pelayanan internal. Pembagian tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas mobilitas sekaligus menjaga kelancaran pelayanan.
Ruang hijau juga akan dimaksimalkan sebagai area resapan air. Dalam konsep tersebut terdapat kolam yang direncanakan menjadi salah satu ikon kawasan RSUD Kota Kendari. Sementara fasilitas penunjang dan utilitas seperti IPAL serta workshop ditempatkan pada zona tersendiri agar tidak mengganggu pelayanan medis.
| Baca juga: Pemkot Kendari Edukasi Program SMK Go Global |
Selain menyiapkan konsep jangka panjang, Pemkot Kendari menargetkan sejumlah pembangunan fisik RSUD mulai direalisasikan pada 2027.
Untuk mendukung proses tersebut, Wali Kota meminta segera dibentuk SK Tim Terpadu yang melibatkan perangkat daerah terkait. Tim tersebut akan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menghadirkan pendampingan dari aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan Kepolisian.
“Kita ingin seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan akuntabel. Karena itu koordinasi harus dipermudah melalui tim terpadu, termasuk pendampingan dari Kejaksaan dan Kepolisian,” tegasnya.
Melalui Master Plan tersebut, Pemerintah Kota Kendari menargetkan RSUD Kota Kendari berkembang menjadi rumah sakit modern dan terintegrasi, dengan kualitas pelayanan yang semakin baik serta mampu menjadi salah satu pusat layanan kesehatan rujukan di Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....