Bandara Haluoleo Gunakan Bahasa Tolaki dalam Pengumuman

  • 08 Agt 2026 11:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Bandar Udara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai menggunakan bahasa Tolaki dalam penyampaian pengumuman kepada penumpang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal di ruang publik.

Penggunaan bahasa Tolaki dalam pengumuman bandara resmi diberlakukan sejak 31 Juli 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Bandara Haluoleo pada 3 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Tolaki (LAT), Basrin Melamba, mengatakan penggunaan bahasa Tolaki di Bandara Haluoleo menjadi langkah positif dalam memperkuat eksistensi bahasa daerah.

“Penggunaan bahasa Tolaki di ruang publik, termasuk bandara, menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Masyarakat juga semakin dekat dengan bahasa daerah melalui pelayanan publik,” kata Basrin.

Inisiatif penggunaan bahasa daerah tersebut dibahas dalam kunjungan Basrin Melamba bersama sejumlah tokoh adat Tolaki ke Kantor Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Kendari pada 28 Juli 2026.

Kepala Kantor BLU UPBU Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Pertemuan menjadi momentum mempererat sinergi antara pengelola bandara dan tokoh adat Tolaki dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

Dalam rekaman yang dibagikan pengelola Bandara Haluoleo, seorang petugas terlihat menyampaikan pengumuman menggunakan bahasa Tolaki sambil membaca teks yang telah disiapkan.

Basrin menilai penerapan bahasa Tolaki di lingkungan bandara dapat menjadi contoh pemanfaatan bahasa daerah dalam ruang pelayanan publik.

“Bahasa daerah perlu terus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika bahasa Tolaki hadir di bandara, masyarakat lokal maupun pendatang dapat mengenal salah satu kekayaan budaya Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Penggunaan bahasa Tolaki di Bandara Haluoleo diharapkan tidak hanya memperkenalkan bahasa daerah kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kebanggaan terhadap identitas budaya Sulawesi Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....