Menaker Tekankan Pentingnya Kolaborasi Kampus dan Industri Hadapi Transformasi

  • 06 Agt 2026 10:11 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum bertajuk Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Sulawesi Tenggara, Rabu (5 Agustus 2026).

Menurut Yassierli, perkembangan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan demografi telah mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

Ia mengatakan, transformasi tersebut akan melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru sekaligus mengurangi sejumlah pekerjaan yang selama ini ada. Karena itu, perguruan tinggi perlu menyesuaikan kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perubahan.

"Kampus harus semakin dekat dengan dunia industri dan pemerintah agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja," ujar Yassierli.

Menaker menjelaskan, sektor ekonomi digital dan kreatif, teknologi berbasis AI, ekonomi hijau, serta sektor pelayanan diperkirakan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang. Kondisi itu, menurutnya, menuntut peningkatan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan.

Ia juga mengungkapkan masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keahliannya, sementara hampir satu juta lulusan masih belum memperoleh pekerjaan.

Sebagai salah satu upaya mengurangi kesenjangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus menjalankan Program Pemagangan Nasional agar lulusan memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.

Dalam kesempatan itu, Yassierli mengajak dunia industri memberikan ruang lebih luas bagi lulusan asal Sulawesi Tenggara melalui program pemagangan maupun rekrutmen tenaga kerja.

Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara dengan menyiapkan kuota 10.000 peserta program peningkatan kompetensi pada tahun 2026 melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam hanya dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola oleh tenaga kerja yang berkualitas.

Ia menyambut baik kehadiran Menteri Ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara karena dinilai menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Ketua Badan Pembina Harian UMK, serta jajaran pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara.

Versi ini menggunakan sudut pandang yang lebih menonjolkan kolaborasi kampus dan industri, sehingga berbeda dari versi sebelumnya yang berfokus pada persiapan talenta menghadapi perubahan dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....