Menaker Ajak Kampus Siapkan Talenta Hadapi Perubahan Dunia Kerja
- 06 Agt 2026 07:17 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, mengajak perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan dunia industri dan pemerintah guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan perubahan dunia kerja.
Hal tersebut disampaikan Menaker saat memberikan kuliah umum bertema 'Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan' di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Sulawesi Tenggara, Rabu 5 Agustus 2026.
Sebelum menghadiri kegiatan tersebut, Yassierli disambut Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, di Bandara Halu Oleo, Kendari.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan kehadiran Menteri Ketenagakerjaan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam meningkatkan kualitas SDM di Sulawesi Tenggara.
"Potensi sumber daya alam yang besar harus didukung sumber daya manusia yang kompeten agar mampu memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah," kata Andi.
Gubernur ASR menambahkan, dalam perjalanan menuju kampus, dirinya bersama Menteri Ketenagakerjaan turut membahas berbagai potensi dan tantangan ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara, terutama terkait peningkatan kualitas tenaga kerja.
Sementara itu, Menaker Yassierli menyampaikan dunia kerja saat ini mengalami transformasi yang cepat akibat perkembangan teknologi, transisi menuju ekonomi hijau, serta perubahan demografi dan ekonomi berbasis layanan.
Menurutnya, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transisi energi hijau, dan perubahan struktur demografi menjadi tiga faktor utama yang mengubah lanskap ketenagakerjaan global.
Menaker memprediksi empat sektor akan menjadi penggerak ekonomi masa depan, yakni ekonomi digital dan kreatif, ekonomi berbasis teknologi dan AI, ekonomi hijau, serta ekonomi berbasis pelayanan manusia.
"Perubahan ini akan menciptakan banyak jenis pekerjaan baru, tetapi juga menghilangkan sebagian pekerjaan yang ada. Karena itu peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari," ujarnya.
Menaker juga menyoroti masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Berdasarkan data yang disampaikannya, sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keilmuannya, sementara hampir satu juta lulusan masih menganggur.
"Kampus harus semakin dekat dengan dunia industri dan pemerintah agar lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja," katanya.
Sebagai upaya mengurangi kesenjangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus mengembangkan Program Pemagangan Nasional yang memberikan kesempatan bagi lulusan memperoleh pengalaman kerja langsung di perusahaan.
Menaker juga mengajak kalangan industri untuk memanfaatkan program tersebut sekaligus memprioritaskan perekrutan lulusan dari Sulawesi Tenggara.
Dalam kesempatan itu, Yassierli menyatakan komitmen kementeriannya mendukung pengembangan SDM di Sulawesi Tenggara dengan menyiapkan kuota sebanyak 10.000 peserta program peningkatan kompetensi pada tahun 2026 melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan.
Menutup kuliah umum, Menaker mendorong perguruan tinggi terus menyempurnakan kurikulum dan memperkuat sertifikasi kompetensi agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Ketua Badan Pembina Harian UMK, serta pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....