Bapanas Apresiasi Gerakan Muna Makan Jagung, Dinilai Model Penguatan Pangan Lokal
- 04 Agt 2026 12:23 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Gerakan Muna Makan Jagung yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Muna mendapat apresiasi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Program tersebut dinilai memiliki potensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas melalui Pejabat Fungsional Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan, AKP Ahli Madya Dr. Rahmatia Garwan, S.Pi., M.Si., saat menghadiri peluncuran Gerakan Muna Makan Jagung di kawasan Sarana Olahraga (SOR) La Ode Pandu, Raha, Minggu 2 Agustus 2026.
Rahmatia mengatakan, langkah Pemerintah Kabupaten Muna di bawah kepemimpinan Bupati Bachrun Labuta dan Wakil Bupati La Ode Asrafil Ndoasa merupakan implementasi nyata kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong diversifikasi konsumsi pangan berbasis potensi sumber daya lokal sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024.
Menurutnya, keberhasilan suatu daerah dalam membangun ketahanan pangan tidak hanya diukur dari tingginya produksi hasil pertanian, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memanfaatkan dan mengonsumsi pangan yang dihasilkan di daerahnya sendiri.
“Gerakan Muna Makan Jagung menunjukkan pangan lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian daerah,” ujarnya.
Rahmatia menilai Kabupaten Muna memiliki potensi besar sebagai penghasil jagung. Karena itu, peningkatan produksi perlu diiringi dengan tumbuhnya budaya konsumsi jagung di tengah masyarakat agar memberikan nilai tambah bagi petani.
Selain itu, Deputi juga mengapresiasi para petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan. Menurutnya, hasil panen yang dicapai merupakan buah kerja keras dan komitmen petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.
Sebagai wilayah kepulauan, Muna memiliki tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan karena masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Oleh sebab itu, penguatan pangan lokal menjadi strategi penting untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Rahmatia mengajak masyarakat menjadikan jagung sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari. Selain memiliki kandungan gizi yang baik, jagung telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Muna melalui berbagai kuliner tradisional seperti kambose, katumbu, dan kambewe.
“Jagung adalah identitas masyarakat Muna yang perlu dijaga bersama. Ketika masyarakat mencintai pangan lokalnya, maka ketahanan pangan akan semakin kuat,” katanya.
Menurut Rahmatia, Gerakan Muna Makan Jagung tidak hanya berkontribusi menjaga kelestarian budaya pangan, tetapi juga meningkatkan kesehatan masyarakat serta membuka pasar yang lebih luas bagi hasil panen petani.
Bapanas juga menyatakan komitmennya mendukung pengembangan pangan lokal melalui Program Pengembangan Usaha Pengolahan Pangan Lokal (PUPPL), penyediaan sarana pengolahan, edukasi konsumsi pangan beragam, serta promosi pangan lokal kepada generasi muda. Harapannya, Gerakan Muna Makan Jagung dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi model penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal di berbagai daerah di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....