Seni Budaya Lawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
- 26 Jul 2026 21:41 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Seni pertunjukan dinilai menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui pertunjukan teater, monolog, dan pidato kebudayaan, Jaringan Perempuan Pesisir Sulawesi Tenggara (JPP Sultra) menggelar kampanye publik bertajuk "Seni Budaya sebagai Ruang Perlawanan terhadap Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak" di Gedung Teater Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo, Kendari, Sabtu 25 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai respons atas masih tingginya berbagai bentuk kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara, mulai dari kekerasan seksual, perkawinan anak, perdagangan orang, kekerasan dalam rumah tangga, hingga eksploitasi tenaga kerja perempuan. Penyelenggara menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial dan budaya yang mampu menyentuh kesadaran masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, penonton disuguhkan pertunjukan monolog yang mengangkat kisah perempuan pekerja migran, pidato kebudayaan bertajuk "Refleksi Gerakan Kebudayaan untuk Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender di Sulawesi Tenggara", serta pementasan teater "Ombak yang Tak Memilih" yang menggambarkan dampak buruk perkawinan usia dini terhadap masa depan anak perempuan. Melalui ketiga pertunjukan itu, masyarakat diajak melihat persoalan kekerasan dari sudut pandang korban sekaligus membangun kepedulian untuk mencegahnya.
Seni pertunjukan memiliki kekuatan menghadirkan pengalaman emosional, membuka ruang refleksi, serta mendorong dialog publik mengenai isu-isu yang selama ini masih dianggap tabu. Karena itu, seni budaya diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus advokasi yang mampu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan gender, penghormatan terhadap perempuan, dan perlindungan anak.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa, pelajar SMA/SMK, organisasi perempuan, komunitas seni, dan masyarakat umum. JPP Sultra menargetkan kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran publik, memperkuat ruang kampanye berbasis seni budaya, serta mendorong lahirnya gerakan bersama dalam upaya pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....