Tari Badenda Massal Tutup Meriah HUT Ke-12 Kabupaten Buton Selatan

  • 24 Jul 2026 21:55 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Buton Selatan – Penampilan Tari Badenda secara massal menjadi penutup yang memukau pada malam ramah tamah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Buton Selatan, Kamis (23/7/2026). Tarian tradisional khas Buton Selatan tersebut dibawakan dengan penuh semangat di hadapan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan.

Ratusan penari dari berbagai kalangan tampil kompak membawakan gerakan khas Tari Badenda yang sarat makna kebersamaan, persatuan, dan rasa syukur. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu yang memadati lokasi kegiatan.

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Buton Selatan yang terus menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui peringatan hari jadi kabupaten.

Menurut Gubernur, kekayaan budaya merupakan identitas yang harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

"Budaya adalah jati diri daerah. Melalui penampilan Tari Badenda, masyarakat menunjukkan komitmen untuk menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat persatuan," ujar Andi Sumangerukka.

Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menyampaikan Tari Badenda sengaja ditampilkan sebagai penutup rangkaian HUT ke-12 karena memiliki filosofi kebersamaan dan menjadi simbol kekompakan masyarakat Buton Selatan.

"Tarian ini bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga menjadi wujud syukur dan semangat masyarakat dalam membangun daerah secara bersama-sama," kata Muhammad Adios.

Suasana malam ramah tamah semakin semarak ketika seluruh penari bergerak serempak mengikuti irama musik tradisional yang mengiringi Tari Badenda. Atraksi budaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperlihatkan kekayaan seni yang dimiliki Buton Selatan.

Penampilan Tari Badenda menutup seluruh rangkaian peringatan HUT ke-12 Kabupaten Buton Selatan dengan penuh kemeriahan. Pemerintah daerah berharap pelestarian budaya lokal terus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, sehingga nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tengah masyarakat sekaligus menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata Sulawesi Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....