Persekutuan Mahasiswa Kristen STIE 66 Kendari Suarakan Moderasi Beragama

  • 23 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kampus merupakan ruang bertemunya mahasiswa dari berbagai daerah, budaya, suku, dan agama. Keberagaman seharusnya menjadi kekayaan yang dapat memperluas wawasan serta memperkuat persatuan. Toleransi beragama menjadi salah satu nilai penting yang perlu terus dijaga agar lingkungan kampus tetap menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman.

Ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) STIE 66 Kendari, Reinheart, saat menjadi narasumber dalam dialog Asta Cita Moderasi Beragama di RRI Pro 2 Kendari, Selasa (21/07/2026) mengungkapkan, hidup di lingkungan kampus yang dipenuhi keberagaman merupakan kesempatan untuk belajar menghargai perbedaan.

“Toleransi adalah menghormati hak setiap orang untuk menjalankan ajaran agamanya dengan damai. Nilai ini sejalan dengan semangat kasih yang diajarkan dalam kekristenan, yaitu mengasihi sesama tanpa memandang latar belakang suku, budaya, maupun agama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sem Seno, Pengurus PMK STIE 66 menambahkan, di kampus, toleransi diwujudkan melalui sikap sederhana namun bermakna. Dialog yang sehat dapat memperluas wawasan, menghilangkan prasangka, dan memperkuat rasa persaudaraan sebagai sesama warga negara yang hidup dalam keberagaman.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan toleransi, misalnya menghormati teman yang sedang menjalankan ibadah, tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan keagamaan, atau mampu bekerja sama dalam tugas dan organisasi tanpa membedakan keyakinan, hal – hal seperti ini merupakan bentuk nyata dari sikap saling menghargai. Perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk berteman, berdiskusi, maupun berkarya bersama,” ujarnya.

Indonesia dibangun di atas semangat persatuan dalam perbedaan. Karena itu, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perdamaian di lingkungan kampus. Evi Marlina, pengurus PMK STIE 66 Kendari yang juga turut hadir, menyuarakan untuk mengedepankan empati, saling menghormati, dan komunikasi yang baik di lingkungan kampus. Setiap mahasiswa dapat menjadi contoh bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah.

“Toleransi itu sikap yang wajib kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa Kristen, mengasihi sesama, menghormati perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai merupakan bagian dari nilai yang dapat diwujudkan di lingkungan kampus. Kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun persaudaraan, memperkuat persatuan, dan mempersiapkan generasi yang mampu hidup harmonis di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....