Gubernur Sultra Harap MUI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

  • 23 Jul 2026 07:40 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan moral dan spiritual dari para alim ulama. Karena itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan umat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara Masa Khidmat 2026–2031 di Masjid Agung Al-Kautsar Kendari, Selasa 21 Juli 2026

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah, Drs. KH. Abdul Manan Gani, dengan mengusung tema "Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Keumatan Menuju Sulawesi Tenggara yang Aman, Sejahtera, dan Religius."

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus MUI Sultra yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dalam meningkatkan kualitas dakwah, membina akidah dan akhlak umat, menjaga persatuan, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan para alim ulama. Karena itu, kami berharap MUI terus menjadi mitra strategis pemerintah dengan memberikan masukan, menjaga persatuan umat, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat," ujar Andi Sumangerukka.

Menurut Gubernur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini tengah menjalankan berbagai program pembangunan untuk mewujudkan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Sinergi dengan MUI dinilai menjadi salah satu faktor penting agar berbagai program tersebut dapat berjalan secara optimal.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga lembaga keagamaan agar tetap independen dan tidak terlibat dalam kepentingan politik praktis yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Manakala agama dicampuradukkan dengan politik, maka akan terjadi perpecahan dan perkotak-kotakan. Masjid harus tetap menjadi tempat ibadah, pusat pembinaan umat, dan mempererat persaudaraan, bukan menjadi ruang yang memicu perpecahan," tegasnya.

Ia menilai keberagaman latar belakang organisasi Islam yang tergabung dalam kepengurusan MUI Sultra, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, merupakan kekuatan besar dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah serta menjaga keharmonisan masyarakat.

Selain itu, Gubernur mengajak MUI untuk terus berperan aktif menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi online, penyebaran hoaks, radikalisme, hingga krisis moral yang mengancam generasi muda.

Menurutnya, MUI memiliki peran strategis sebagai pembimbing moral dan spiritual masyarakat sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan produk halal, pembinaan UMKM berbasis syariah, dan peningkatan literasi keuangan syariah.

Melalui kepengurusan baru MUI Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap sinergi antara ulama dan pemerintah semakin kuat dalam mewujudkan daerah yang aman, sejahtera, religius, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....