Fadli Zon: Lukisan Purba Muna Jadi yang Tertua di Dunia
- 13 Jul 2026 14:47 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, kini tercatat sebagai lokasi ditemukannya lukisan purba tertua di dunia. Pernyataan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Fadli Zon, hasil penelitian kolaboratif Griffith University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Balai Pelestarian Kebudayaan yang dipublikasikan pada Januari 2026 menunjukkan bahwa lukisan cadas di Liang Metanduno, kawasan Liangkobori, Kabupaten Muna, memiliki usia sekitar 67.800 tahun.
Temuan tersebut menjadikan lukisan cadas di Muna sebagai seni cadas nonfiguratif tertua yang diketahui hingga saat ini, sekaligus menggeser rekor sebelumnya yang berasal dari kawasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
"Temuan ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki jejak peradaban manusia yang sangat tua dan bernilai penting bagi sejarah dunia. Karena itu, upaya pelestarian harus menjadi prioritas bersama," ujar Fadli Zon.
Dalam kunjungan ke Museum Negeri Sulawesi Tenggara, Menteri Kebudayaan didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Akmal Malik dan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Rombongan meninjau berbagai ruang pamer serta koleksi museum yang menjadi pusat pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Saat ini Museum Negeri Sulawesi Tenggara mengelola sebanyak 5.333 koleksi yang terdiri atas koleksi geologi, biologi, etnografi, arkeologi, historika, numismatika, keramik, seni rupa, dan filologi. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 koleksi dipamerkan kepada publik, sedangkan sisanya masih tersimpan di ruang penyimpanan koleksi. Museum tersebut juga telah meningkatkan status akreditasinya dari kategori C menjadi kategori B.
Fadli Zon mendorong pengelola museum untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan penyajian koleksi. Ia mengusulkan penataan ulang ruang pamer tetap agar lebih modern, informatif, dan menarik bagi masyarakat, termasuk menghadirkan replika lukisan purba Muna pada area luar maupun dinding museum sebagai identitas visual yang kuat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan sektor swasta dalam mendukung revitalisasi museum sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata budaya yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Usai meninjau Museum Negeri Sulawesi Tenggara, Menteri Kebudayaan bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Muna dan Kota Baubau. Salah satu agenda utama adalah menghadiri pembukaan Festival Liangkobori IV Tahun 2026 di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, yang menjadi momentum penguatan pelestarian warisan budaya sekaligus promosi potensi budaya Sulawesi Tenggara di tingkat nasional dan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....