Festival Liangkobori IV 2026 Resmi Dibuka, Gua Liangkobori Diusul Cagar Budaya
- 13 Jul 2026 14:31 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi membuka Festival Liangkobori IV Tahun 2026 yang digelar di Desa Liangkobori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sabtu 11 Juli 2026
Pada kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan kabar penting terkait pelestarian warisan budaya Indonesia. Pemerintah berencana menetapkan kawasan Gua Liangkobori sebagai Cagar Budaya Nasional serta mengusulkan Gua Metanduno sebagai Warisan Dunia UNESCO setelah ditemukannya bukti arkeologi yang menggemparkan dunia.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa hasil penelitian terbaru menunjukkan lukisan cadas di Liang Metanduno diperkirakan telah berusia sekitar 67.800 tahun. Temuan tersebut menjadi salah satu penemuan arkeologi paling penting di dunia karena dinilai sebagai lukisan seni nonfiguratif tertua yang pernah ditemukan.
"Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 22 Januari 2026 dan selanjutnya diverifikasi oleh Guinness World Records pada 26 Mei 2026 sebagai lukisan tertua di dunia dalam kategori seni nonfiguratif," ujar Fadli Zon.
Menurutnya, setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya, pengembangan Gua Metanduno sebagai situs prasejarah akan menjadi tanggung jawab Kementerian Kebudayaan dengan mengedepankan aspek pelestarian dan konservasi.
Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pengelolaan kawasan harus berpedoman pada tiga prinsip utama, yakni Protection-First yang menempatkan perlindungan sebagai prioritas utama sebelum promosi, Science-Led dengan seluruh kebijakan didasarkan pada kajian ilmiah dan data konservasi, serta Community-Based yang melibatkan masyarakat sebagai penjaga utama situs sekaligus pelaku ekonomi budaya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi terhadap ancaman kerusakan situs akibat perubahan iklim maupun aktivitas manusia melalui pengaturan kunjungan secara ketat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya di Bumi Anoa. Menurutnya, Festival Liangkobori menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Warisan budaya ini merupakan aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Pelestariannya membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, pelaku budaya, media, komunitas, dan seluruh masyarakat agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan," kata Andi Sumangerukka.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut melalui penelitian arkeologi, konservasi situs, pengembangan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar kawasan budaya tersebut.
Festival Liangkobori IV Tahun 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tenggara, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Ketua DPRD Sultra, jajaran Forkopimda Sultra, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bupati dan Wakil Bupati Muna, pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta tokoh masyarakat dan warga Kabupaten Muna.
Festival ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi semakin dikenalnya kekayaan sejarah dan budaya Kabupaten Muna di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....