Sekolah Rakyat Solusi Pendidikan Inklusif di Daerah

  • 06 Jun 2026 18:39 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Program Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara kini tampil sebagai wujud nyata pendidikan inklusif yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi menjadi wadah pembinaan dan perbaikan perilaku bagi generasi muda. Sebagai bagian dari layanan pendidikan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, keberadaan sekolah ini dinilai sangat strategis untuk menampung, membimbing, dan mengembalikan arah tujuan anak-anak yang membutuhkan pendampingan lebih intensif dibandingkan sekolah reguler pada umumnya.

Kepala Sentra Meohai Kendari, Muhammad Gunawan, menjelaskan karakteristik peserta didik di Sekolah Rakyat memiliki dinamika yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan sekolah reguler lainnya. Tantangan utama yang paling sering dihadapi oleh para pengelola dan pendidik adalah permasalahan kenakalan remaja yang cukup beragam. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan Sentra Meohai memiliki peran ganda, yakni sebagai lembaga pendidikan sekaligus menjadi pusat rehabilitasi sosial dan pembinaan perilaku bagi para siswa.

"Permasalahan yang kami hadapi di Sekolah Rakyat rata-rata berkaitan dengan kenakalan remaja. Karakteristiknya memang sangat berbeda sekali jika dibandingkan dengan sekolah reguler lainnya.," ujar Muhammad Gunawan dalam Dialog Indonesia Cerdas RRI Kendari, Rabu 20 Mei 2026

Di wilayah Sulawesi Tenggara hingga saat ini terdapat tiga unit Sekolah Rakyat yang beroperasi meliputi dua lokasi berada di Kota Kendari, sedangkan satu unit lainnya berlokasi di Kabupaten Buton Tengah. Ketiga lembaga tersebut menyelenggarakan pendidikan berjenjang mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Khusus di Buton Tengah, terdapat pula Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 69 yang turut melengkapi jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Keberadaan Sekolah Rakyat dan peran strategis Sentra Meohai membuktikan pendidikan inklusif tidak hanya soal menyediakan akses belajar, tetapi juga memberikan kesempatan kedua dan pembinaan menyeluruh. Dengan adanya sistem pembinaan yang terpadu diharapkan. tidak ada satu pun anak yang tersesat masa depannya. Semua siswa berhak mendapatkan bimbingan untuk berubah menjadi generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu menjadi aset berharga bagi kemajuan Sulawesi Tenggara di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....