Makan tanpa Gawai, Cara Sederhana Pererat Kehangatan Keluarga

  • 02 Jun 2026 17:48 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Kehadiran telepon genggam dan perangkat digital kini tidak hanya mendominasi ruang kerja atau ruang belajar, tetapi juga meja makan keluarga. Pemandangan anggota keluarga yang sibuk menatap layar saat waktu makan bersama menjadi hal yang semakin umum dijumpai.

Padahal, momen makan malam merupakan salah satu kesempatan paling sederhana dan efektif untuk membangun komunikasi serta mempererat hubungan antaranggota keluarga. Sayangnya, kesempatan tersebut kerap terabaikan karena perhatian lebih banyak tertuju pada perangkat digital.

Guru SMK Negeri 6 Kendari, Firawati, S.Pd, mengatakan kebiasaan orang tua yang membatasi penggunaan gawai saat makan bersama memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.

“Anak-anak yang terbiasa makan bersama tanpa gangguan gawai umumnya lebih terbuka dalam berkomunikasi, lebih peka terhadap lingkungan sekitar, dan tidak mudah meluapkan emosi. Mereka merasa benar-benar didengarkan oleh orang tua, bukan hanya ditemani secara fisik tetapi perhatian orang tua teralihkan ke layar,” ujarnya.

Menurut Firawati, keluarga dapat mulai menerapkan kebiasaan sederhana berupa ‘Jam Dapur Tenang’, yakni menyediakan waktu sekitar 30 menit saat makan malam tanpa penggunaan telepon genggam.

“Semua anggota keluarga menyimpan HP terlebih dahulu selama makan. Awalnya mungkin terasa canggung, tetapi lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Dari obrolan ringan hingga persoalan sekolah atau pekerjaan bisa dibicarakan dengan lebih terbuka,” katanya.

Ia menambahkan, percakapan saat makan tidak harus selalu membahas hal-hal serius. Pertanyaan sederhana seperti pengalaman paling menyenangkan atau paling lucu yang dialami hari itu dapat menjadi pemantik komunikasi yang hangat di dalam keluarga.

Selain meningkatkan kualitas komunikasi, makan bersama tanpa gangguan gawai juga membuat suasana lebih nyaman. Makanan dapat dinikmati dengan lebih baik, hubungan orang tua dan anak menjadi lebih dekat, serta keharmonisan pasangan suami istri dapat terjaga.

Hanya dengan meluangkan waktu sekitar 30 menit tanpa layar, keluarga dapat menciptakan ruang kebersamaan yang bernilai dan memperkuat ikatan emosional yang sering kali tergerus oleh kesibukan sehari-hari.

Karena itu, tidak ada salahnya mulai malam ini mencoba menyimpan gawai sejenak dan memberikan perhatian penuh kepada orang-orang terdekat di meja makan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah kecil untuk menghadirkan kembali kehangatan dalam keluarga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....