Makna Sunah Tidak Memotong Rambut dan Kuku saat Hendak Berkurban

  • 23 Mei 2026 09:13 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah kurban diingatkan untuk memperhatikan salah satu sunah Rasulullah SAW, yakni tidak memotong kuku dan rambut sejak masuk 1 Zulhijah hingga hewan kurban disembelih.

Ustad Nur Fajar Iman dari Masjid Al Iksan Kendari menjelaskan, anjuran tersebut berasal dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim.

“Rasulullah SAW bersabda, apabila telah masuk 10 hari pertama Zulhijah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun hingga hewan kurbannya disembelih,” ujarnya.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan menjadi dasar anjuran bagi umat Islam yang hendak berkurban agar tidak memotong kuku maupun rambut selama awal Zulhijah hingga proses penyembelihan hewan kurban dilakukan.

Menurut Ustad Nur Fajar Iman, sunah tersebut merupakan bentuk mengikuti ajaran Rasulullah SAW dan bagian dari penyempurnaan ibadah kurban.

“Larangan ini sifatnya sunah bagi yang berkurban, bukan untuk memberatkan, tetapi agar umat Muslim lebih menghayati makna pengorbanan dan ketaatan kepada Allah SWT,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan syarat hewan kurban sesuai syariat Islam, seperti sehat, cukup umur dan tidak cacat.

Selain mempersiapkan hewan kurban, umat Muslim diimbau meningkatkan ibadah selama 10 hari pertama Zulhijah karena merupakan hari-hari yang penuh keutamaan dalam Islam.

“Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang ketakwaan, keikhlasan dan kepedulian kepada sesama,” tambahnya.

Menjelang Hari Raya Iduladha, masyarakat di Kota Kendari mulai mempersiapkan kebutuhan kurban serta memperdalam pemahaman tentang sunah dan tata cara beribadah sesuai ajaran Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....