Elegan dan Sakral, Adat Tolaki Masih Memikat Generasi Muda

  • 21 Mei 2026 20:32 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Busana pengantin adat suku Tolaki hingga kini masih menjadi pilihan banyak pasangan muda di Sulawesi Tenggara. Di tengah tren pernikahan modern yang terus berkembang, nuansa adat tetap diminati karena menghadirkan kesan elegan, sakral, dan sarat nilai budaya.

Selain digunakan sebagai busana pernikahan, baju etnik suku Tolaki Sulawesi Tenggara juga semakin diminati generasi muda untuk berbagai kegiatan budaya, acara keluarga, hingga sesi foto tradisional. Motif khas tenun dan perpaduan aksesoris adat menjadi daya tarik tersendiri karena dinilai mampu menampilkan kesan anggun dan berwibawa.

Dalam adat Tolaki, busana mempelai pria dikenal dengan sebutan Babu Nggawi Langgai, sedangkan busana mempelai wanita disebut Babu Nggawi. Kedua pakaian adat ini memiliki ciri khas pada motif, warna, serta perlengkapan aksesoris yang melambangkan kehormatan dan kebesaran budaya Tolaki.

Busana adat tersebut umumnya menggunakan bahan dasar kain tenun dan kain beludru yang dipadukan dengan berbagai aksesoris tradisional khas Tolaki. Kain tenun yang digunakan dibuat oleh tangan-tangan terampil penenun asli Sulawesi Tenggara yang masih mempertahankan teknik tradisional secara turun-temurun.

Seiring perkembangan zaman, aksesoris busana adat Tolaki kini juga semakin cantik dengan model yang lebih beragam tanpa meninggalkan ciri khas budaya daerah. Perpaduan desain tradisional dan sentuhan modern membuat busana adat Tolaki semakin diminati oleh kalangan muda.

Pemilik usaha busana adat dan tenun, Asma Tenun, mengatakan minat kalangan muda untuk mengenakan busana adat Tolaki di hari pernikahan masih cukup tinggi. Menurutnya, banyak pasangan tetap ingin mempertahankan unsur budaya daerah meski mengusung konsep pernikahan modern.

“Sampai sekarang minat anak muda memakai baju adat suku Tolaki untuk hari pernikahan masih tinggi. Mereka merasa bangga memakai adat sendiri karena terlihat anggun dan memiliki makna budaya,” ujar Asma.

Sementara itu, Helmima, salah seorang warga yang pernah menggunakan busana adat Tolaki saat menikah pada era 1990-an, mengaku merasakan suasana yang sangat sakral ketika mengenakan pakaian adat tersebut di hari bahagianya.

“Saya sangat bahagia waktu memakai baju adat Tolaki saat menikah dulu. Nuansanya terasa sangat sakral dan penuh makna karena menggunakan adat warisan leluhur,” ungkap Helmima.

Ia berharap generasi muda tetap mempertahankan penggunaan busana adat Tolaki agar budaya daerah tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurut Asma, sebagian pasangan muda kini juga mulai memadukan konsep modern dengan sentuhan adat agar tetap tampil kekinian tanpa meninggalkan tradisi leluhur. Tidak hanya digunakan saat akad maupun resepsi, busana adat Tolaki juga kerap dipilih untuk sesi foto prewedding dan dokumentasi keluarga.

Fenomena ini menunjukkan budaya lokal masih memiliki tempat di hati generasi muda. Dengan terus diminatinya baju etnik dan busana adat suku Tolaki Sulawesi Tenggara, diharapkan warisan budaya daerah tetap lestari dan semakin dikenal oleh generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....