Mengenal Istilah Hilirisasi

  • 30 Apr 2026 11:09 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Istilah hilirisasi semakin sering terdengar dalam berbagai kebijakan ekonomi nasional. Program ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.

Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2023), hilirisasi bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam melalui peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negara penghasil komoditas seperti nikel, batu bara, dan kelapa sawit, namun sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah.

Melalui hilirisasi, bahan mentah tersebut diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (2022) menunjukkan bahwa kebijakan ini mampu mendorong peningkatan investasi di sektor industri pengolahan, khususnya pada komoditas mineral seperti nikel yang kini diolah menjadi bahan baku industri stainless steel hingga baterai kendaraan listrik.

Selain itu, hilirisasi juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (2023), sektor industri pengolahan mengalami kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB), seiring dengan meningkatnya aktivitas pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.

Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, hilirisasi juga berperan dalam memperkuat struktur industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kebutuhan infrastruktur yang memadai, penguasaan teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia.

Dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan, hilirisasi diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....