Peran Budaya Lokal dalam Penerimaan Sosial Penyandang Disabilitas

  • 25 Feb 2026 10:48 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Isu penerimaan sosial terhadap penyandang disabilitas menjadi topik utama dalam program Dialog Tonga Oleo yang disiarkan langsung dari Studio RRI Pro 4 Kendari, Rabu 25 Pebruari 2026. Dialog tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Chodidjah D. Selomo, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku Penanggung Jawab Klinik Psikologi RS Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Sitwan, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SLBN 1 Kendari.

Dalam dialog yang berlangsung tersebut, kedua narasumber menekankan pentingnya budaya lokal sebagai fondasi dalam membangun sikap inklusif di tengah masyarakat. Chodidjah D. Selomo menjelaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tenggara sejatinya menjunjung tinggi semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling menghargai.

“Budaya lokal kita sarat dengan nilai kemanusiaan. Jika nilai ini terus diperkuat, maka stigma terhadap penyandang disabilitas dapat dikurangi. Penerimaan sosial bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal cara pandang dan empati,” ujarnya.

Ia menambahkan, keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam membentuk kepercayaan diri penyandang disabilitas. Dukungan berbasis budaya yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat manusia akan membantu proses adaptasi sosial dan kesehatan mental mereka.

Sementara itu, Sitwan menyoroti pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ruang yang inklusif. Menurutnya, pendidikan berbasis nilai budaya lokal dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan sikap saling menerima sejak usia dini.

“Di sekolah, kami terus mendorong pendekatan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter dan penghargaan terhadap perbedaan. Ketika budaya lokal diajarkan sebagai nilai hidup, anak-anak akan tumbuh dengan pemahaman bahwa setiap individu memiliki potensi,” jelasnya.

Dialog Tonga Oleo juga membuka ruang partisipasi pendengar yang memberikan tanggapan dan pertanyaan terkait tantangan sosial yang masih dihadapi penyandang disabilitas, mulai dari akses pendidikan hingga kesempatan kerja.

Melalui siaran ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa penerimaan sosial bukan sekadar bentuk belas kasihan, melainkan wujud penghormatan terhadap hak dan martabat setiap individu. Penguatan budaya lokal sebagai perekat sosial dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan di Sulawesi Tenggara.

Acara ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang ramah disabilitas, berlandaskan nilai budaya dan semangat persaudaraan yang telah lama menjadi identitas daerah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita