Kemenag Sultra Ingatkan ASN Merefleksi menuju Ramadan

  • 13 Feb 2026 10:15 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara H. Mansur, S.Pd., M.A., mengingatkan seluruh jajarannya untuk kembali merefleksikan diri, mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan suci Ramadan, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan.

Hal itu disampaikan Kakanwil saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Sultra dalam rangkaian Zikir dan Doa Bersama Lingkup Kanwik Kemwnag Sultra, yang berlangsung di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra, Rabu 11 Februari 2026.

Kegiatan ini diikuti ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN Kemenag Kab/Kota, Madrasah, KUA, Pondok Pesantren dan Penyuluh Agama Islam se Provinsi Sultra secara daring dan luring.

Diterangkan, secara personal sudah memiliki masing-masing desain program. “Tapi secara kelembagaan saya berharap bahwa kehadiran bulan suci Ramadhan adalah kehadiran yang membawa dampak positif atau istilahnya Kemenag Berdampak,” ungkapnya.

Karena itu, dalam menghadapi persiapan bulan suci Ramadhan, Mansur mengimbau agar aktivitas ASN memiliki dampak nyata dalam pelaksanaan tugas-tugas. Ia juga mengharapkan Kementerian Agama Sultra dapat meninggalkan jejak-jejak perilaku yang positif setelah Ramadhan nanti berakhir.

Mansur mengajak seluruh jajarannya, untuk menyiapkan mental spiritual sebelum bulan suci Ramadhan, serta mengubah pola kerja selama bulan suci Ramadhan. Kehadiran bulan suci Ramadhan harus memberikan makna tersendiri bagi ASN dengan lebih jujur, lebih disiplin dan selalu siap melayani.

“Jangan sampai bulan Ramadhan ini dianggap bonus untuk kita tidak maksimal bekerja. Justru dengan bulan suci Ramadhan ini, mengajak kita semua untuk lebih jujur, lebih disiplin dan untuk lebih siap melayani, sehingga pada akhirnya setelah bulan suci Ramadhan kita akan meninggalkan satu legacy yang baik karena hasil tempaan bulan suci Ramadhan, yaitu perubahan sikap dan budaya kerja,” ujarnya.

Mansur juga mengajak seluruh jajarannya untuk membersihkan hati dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusuan bahkan akan mengganggu nilai ibadah. Sebab, di Bulan suci Ramadhan ada bonus-bonus amal yang tidak akan bisa kita dapatkan pada bulan-bulan yang lain.

“Yang mengganggu speednya nilai ibadah, kita bersihkan dulu. Mulai mengoreksi, karena kerja kita adalah investasi masa depan dan salah satu bentuk ibadah sosial. Tetap optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Mansur.

Ia juga mengajak untuk membuat program-program unggulan dari satuan kerja masing-masing baik dalam bentuk ceramah, zikir, dan apa saja yang mendukung peningkatan nilai ibadah di bulan suci Ramadhan.

Menghadapi bulan suci Ramadhan, Mansur mencanangkan gerakan melayani tanpa keluhan dan selalu memberikan pelayanan dengan rasa ikhlas. Menurutnya, bekerja tanpa keluhan memiliki dampak positif. Selain masyarakat akan puas dengan layanan, juga menurunkan komplain dari yang dilayani karena ASN sudah bekerja dengan baik.

“Melalui Ramadhan ini, mari kita tingkatkan kepekaan sosial, melalui ibadah sosial seperti berbagi takjil, serta zakat, infaq dan sedekah. Lakukan secara masif program-program apa yang kita lakukan selama bulan suci Ramadhan ini baik pada siang hari saat berada di kantor, maupun pada waktu-waktu malam untuk menghidupkan kegiatan di bulan suci Ramadhan,” pintanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....