Pengarusutamaan Gender dalam Perspektif Budaya Lokal

  • 30 Jan 2026 08:26 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Program dialog Tonga Oleo kembali hadir di Studio Pro4 RRI Kendari, Rabu 28 Januari 2026, dengan mengangkat tema “Pengarusutamaan Gender dalam Perspektif Budaya Lokal”. Dialog ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang membahas isu gender dari sudut pandang akademik dan praktik pemberdayaan masyarakat.

Narasumber pertama, Dr. Wa Ode Winesty Sofyani, M.Hum, dosen Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo (FIB UHO), menjelaskan bahwa budaya lokal sejatinya memiliki nilai-nilai kesetaraan yang dapat menjadi dasar pengarusutamaan gender. Menurutnya, pemahaman budaya yang utuh penting agar upaya kesetaraan gender tidak dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan tradisi.

“Dalam banyak budaya lokal di Sulawesi Tenggara, perempuan memiliki peran strategis, baik dalam keluarga maupun komunitas. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai tersebut diangkat dan dimaknai kembali sesuai konteks sosial saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Siti Zahara, SP, selaku Manager Program Rumpun Perempuan Sultra, menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam program-program pemberdayaan perempuan. Ia menyampaikan bahwa pengarusutamaan gender akan lebih mudah diterima masyarakat jika disampaikan dengan bahasa dan nilai lokal.

“Pendekatan berbasis budaya membuat masyarakat merasa dilibatkan, bukan dipaksa. Ini menjadi kunci keberhasilan program penguatan peran perempuan di daerah,” jelasnya.

Dialog Tonga Oleo ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pendengar RRI Pro 4 Kendari mengenai pentingnya pengarusutamaan gender yang selaras dengan kearifan lokal, serta mendorong terciptanya keadilan dan kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat.

Rekomendasi Berita