Balai Bahasa Sultra Hadirkan Mudik Asyik Baca Buku di Bandara Haluoleo

  • 18 Mar 2026 12:11 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari — Ruang tunggu Bandara Haluoleo yang biasanya tenang berubah menjadi panggung keceriaan bagi anak-anak melalui program "Mudik Asyik Baca Buku 2026", Selasa, 17 Maret 2026.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Duta Bahasa Sultra serta pihak otoritas Bandar Udara Haluoleo Kendari.

Program ini hadir sebagai oase bagi para pemudik yang tengah menanti jadwal penerbangan agar waktu tunggu di area keberangkatan tidak terasa menjemukan.

Mulai pukul 13.00 WITA, para petugas membagikan buku bacaan secara gratis kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Para Duta Bahasa Sultra turut tampil mendongeng dengan suara ekspresif untuk menarik minat baca anak-anak yang sedang menunggu keberangkatan pesawat.

Permainan ular tangga raksasa menjadi daya tarik utama bagi anak-anak untuk menjawab berbagai tantangan seputar pengetahuan umum dan kebahasaan yang disiapkan panitia.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara Haluoleo, Denny Ariyanto, hadir meninjau langsung lokasi didampingi oleh Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Sultra, Abdul Razak.

Abdul Razak menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya baca sejak dini meskipun di tengah hiruk-pikuk aktivitas perjalanan mudik lebaran.

“Membaca buku tidak harus di perpustakaan yang sunyi, di bandara pun buku bisa menjadi teman setia yang asyik bagi anak-anak,” ujar Abdul Razak.

Salah satu orang tua pemudik mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini karena dapat mengisi waktu luang saat jadwal penerbangan mengalami penundaan.

Pihak Bandara Haluoleo menyambut baik inisiatif ini karena memberikan nilai tambah pada fasilitas Pojok Baca yang tersedia bagi para pengguna jasa transportasi udara.

Hingga pukul 16.00 WITA, antusiasme masyarakat tetap tinggi mengikuti rangkaian permainan edukatif serta layanan peminjaman dan pembagian buku secara cuma-cuma.

Melalui program ini, Balai Bahasa Sultra berharap buku-buku yang dibawa pulang menjadi benih literasi yang tumbuh di kampung halaman masing-masing pemudik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....