Ketua DPRD Kabupaten Kediri Soroti Pelaksanaan Tradisi 1 Suro
- 17 Jun 2026 16:11 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro menyoroti pelaksanaan Tradisi Peringatan 1 Suro yang digelar di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo
- Kirab Ziarah 1 Suro yang digelar setiap tahun kembali menarik perhatian masyarakat, pegiat budaya, hingga wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung tradisi turun-temurun
RRI.CO.ID, Kediri - Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro menyoroti pelaksanaan Tradisi Peringatan 1 Suro yang digelar di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Peringatan 1 Suro yang telah menjadi agenda tahunan di Dusun Menang, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri itu, hendaknya bisa dikemas lebih menarik lagi.
"Dengan demikian, ke depan akan ada banyak wisatawan lokal, maupun mancanegara yang ikut memeriahkan acara tersebut," kata Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Tak hanya itu, Murdi meyakini, dengan banyaknya kunjungan wisatawan ini, maka hal itu sekaligus meningkatkan kondisi perekonomian daerah, serta menambah kesejahteraan masyarakat.
Walau begitu, pihaknya juga mengapresiasi dari pihak penyelenggara ritual 1 Suro, yang telah meramaikan kegiatan itu dengan mendatangkan pelaku UMKM setempat, sehingga ikut menggerakkan roda ekonomi daerah.
Sebelumnya, saat mengikuti Upacara peringatan 1 Suro di lokasi Petilasan Prabu Sri Aji Joyoboyo, Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji mengaku, kegiatan semacam ini bisa ikut menambah daya tarik generasi muda untuk mencintai budaya Bangsa.
Kapolres Kediri mengatakan tradisi budaya yang masih terjaga hingga saat ini memiliki nilai penting sebagai sarana pewarisan sejarah dan identitas daerah kepada generasi muda.
"Tradisi yang bertahan selama puluhan tahun seperti ini memiliki nilai yang jauh lebih besar dari sebuah seremoni. Ada sejarah, pendidikan, dan identitas daerah yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya," kata AKBP Bramastyo.
Selama ini, Kirab Ziarah 1 Suro telah menjadi salah satu agenda budaya yang identik dengan Desa Menang dan menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. Dalam agenda tersebut, ia bersama segenap anggotanya, juga turut menyampaikan pesan Kamtibmas kepada sejumlah pengunjung yang hadir.
"Kehadiran pelajar dalam prosesi kirab menjadi bagian penting dari upaya mengenalkan sejarah dan budaya secara langsung. Pengalaman seperti ini memberi ruang bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai yang hidup di masyarakat, bukan hanya mengenalnya dari cerita atau buku," tambah AKBP Bramastyo.
Di tengah perkembangan zaman, Kirab Ziarah 1 Suro di Desa Menang tetap menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya, dan generasi masa kini. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu terus dijaga masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya Kediri yang masih hidup hingga sekarang.
Kirab Ziarah 1 Suro yang digelar setiap tahun itu kembali menarik perhatian masyarakat, pegiat budaya, hingga wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung tradisi yang telah berlangsung turun-temurun tersebut.
Prosesi diawali dari Balai Desa Menang menuju kawasan Pamuksan Sri Aji Joyoboyo. Sejumlah pelajar dipercaya membawa pusaka dan perangkat kirab, sementara peserta lainnya mengenakan pakaian adat Jawa sepanjang perjalanan menuju lokasi ritual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....