Pengunjung Candi Surowono Kediri 1.000 Orang Per Bulan
- 05 Apr 2026 07:45 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Dari tahun ke tahun pengunjung wisata sejarah Candi Surowono yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri stabil. Jumlah pengunjung mencapai 1.000 orang per bulan dan rata-rata mereka memanfaatkan hari libur, baik masyarakat Kediri maupun dari daerah lain yang ingin melihat langsung bukti sejarah.
Koordinator situs wisata sejarah Candi Surowono dibawah Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI , Jawa Tiumur, Nurali, Sabtu, 4 April 2026, menjelaskan di wilayah Kediri banyak terdapat situs peninggalan sejarah. Namun banyak yang terpendam karena dampak letusan Gunung Kelud dan banjir bandang pada zaman dahulu, sehingga merusak cagar budaya yang ada.
“Untuk kunjungan di Candi Surowono masih stabil karena memang lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk meski tidak seluas Candi Tegowangi. Jadi disini masyarakat hanya sekedar kunjungan saja, setelah melihat-lihat, berfoto-foto kemudian pulang, jadi tidak ada kegiatan seperti di Candi Tegowangi,” ujarnya.
Ia menambahkan dalam sejarahnya Candi Surowono dibangun untuk pendarmaan seorang raja bernama Bhre Wengker yang merupakan paman dari Hayam Wuruk. Ia merupakan penguasa wilayah Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Hayam Wuruk adalah Maharaja keempat dari Kerajaan Majapahit yang memerintah pada tahun 1350 hingga meninggal pada tahun 1389. Pada zaman dahulu jika Hayam Wuruk berkunjung ke Penataran di Blitar, menyempatkan singgah di Candi Surowono Kediri.
Demikian juga sebaliknya ketika Hayam Wuruk kembali ke Majapahit atau Trowulan dari Penataran, maka akan menyempatkan beristirahat di Candi Surowono. Sementara Ari Prihantono, salah satu pengunjung asal Wonokromo, Surabaya , mengatakan mengunjungi Candi Surowono karena memang menyukai peninggalan sejarah.
“Saya sangat suka dengan situs atau peninggalan purbakala, saya juga tour leader, bisa dijadikan referensi nanti jika ada yang tujuan kesini saya sudah paham tempatnya. Setelah dari Candi Surowono mau ke Candi Tegowangi, sama lihat sumber-seumber air di Kediri kan banyak terus ke Totok Kerot, SLG,” ucapnya.
Dengan melihat Candi Surowono dirinya mengagumi peradaban kerajaan tempo dulu yang sudah begitu megah, termasuk ilmu pembangunan candi. Ia berharap anak muda zaman sekarang menyukai sejarah masa lalu, agar dapat mengenal berbagai peninggalan sejarah kerajaan di Indonesia yang hingga kini tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....