Pesan Moral Dibalik Gemerlap Lampu Warna-Warni Kampung

  • 06 Agt 2024 05:28 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Pesan dan nilai moral secara tersirat dapat kita lihat dibalik gemerlap lampu warna-warni yang banyak ditemui tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di perkampungan warga yang turut antusias menyambut bulan kemerdekaan Indonesia. Agustus memang identik dengan totalitas warga dalam menuangkan ide dekorasi untuk mempercantik lingkungan masing-masing.

Kemeriahan bulan kedelapan yang selalu menghadirkan banyak kreasi, tidak jarang turut memberikan euforia tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di Indonesia. Bagaimana tidak? Beragam bentuk selebrasi menjelang HUT RI Ke-79 bukanlah ajang seru-seruan belaka, namun ada moral value didalamnya, yakni wujud nasionalisme warga.

Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam mempercantik komplek kediaman masing-masing seperti halnya memasang pernak-pernik lampu hias di gapura, taman, hingga di depan rumah masing-masing warga, juga merupakan wujud untuk menghargai perjuangan para pahlawan disertai dengan penggambaran rasa syukur akan hadiah dan anugerah kemerdekaan.

Berbicara tentang tradisi perayaan 17 Agustus, Indonesia dikenal sangat kaya akan budaya maupun tradisi lokal dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI. Selain berbagai perlombaan dengan keseruan yang dihadirkan untuk memeriahkan momen spesial ini, mendekorasi area tempat tinggal hampir tidak pernah terlewatkan oleh warga.

Selain perwujudan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya terhadap jasa para pahlawan kemerdekaan, nilai moral lainnya yang tersirat yaitu menggelorakan semangat kebersamaan, melestarikan budaya gotong royong, sebagai ilustrasi dari modal utama yang dimiiliki oleh rakyat pada era penjajahan dahulu kala.

RRI berkesempatan berbincang dengan Andika Saputra (30), Ketua RT 02 Dusun Kendaldoyong, Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (5/8/2024).

“ Alhamdulillah warga selalu kompak setiap tahun. Dari iuran uang khas yang dilakukan secara rutin per bulannya, tahun ini kita bisa ndekor (red. menghias) kampung pakai lampu. Sebagian kita arahkan pakai lampu sisa tahun lalu yang masih layak pakai. Insya Allah tahun ini kita juga kembali ikut jalan kreasi, “ kata pria muda yang memiliki hobi melakukan budidaya tanaman anggrek ini, Senin malam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....