Kenaikan Yesus Kristus, Jemaat Diajak Teguhkan Iman

  • 14 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Peringatan Kenaikan Yesus Kristus tahun 2026 di Gereja Pantekosta Indonesia (GPdI) Sumber Bahagia, Puncu, Pare, Kamis, 14 Mei 2026, berlangsung khidmat dan penuh penghayatan.

Momentum perayaan tersebut diikuti puluhan jemaat dari berbagai wilayah sekitar Kecamatan Puncu dan Pare dengan rangkaian ibadah yang menitikberatkan pada makna kenaikan Yesus ke sorga serta janji pencurahan Roh Kudus bagi umat percaya.

Ibadah dipimpin langsung oleh Pendeta GPdI Sumber Bahagia, Pdt. Yeremia Puryanto, S.Th. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan tema yang diambil dari ayat Alkitab Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 6 hingga 11. Ayat tersebut membahas tentang peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke sorga di hadapan murid-murid-Nya, sekaligus pesan mengenai pengharapan dan janji penyertaan Roh Kudus.

Dalam khotbahnya, Pdt. Yeremia mengatakan bahwa peringatan Kenaikan Yesus Kristus bukan hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah keagamaan, tetapi juga pengingat bagi umat untuk tetap hidup dalam pengharapan dan kesetiaan kepada Tuhan. Menurutnya, kenaikan Yesus ke sorga menjadi bukti kemenangan Kristus sekaligus janji bahwa umat percaya tidak ditinggalkan berjalan sendiri dalam kehidupan.

“Peristiwa kenaikan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa setiap orang percaya memiliki pengharapan akan kehidupan kekal. Namun lebih dari itu, Tuhan juga menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong dan penguat bagi umat-Nya dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Pdt. Yeremia.

Ia juga menekankan bahwa pesan dalam Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 6 hingga 11 memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga tantangan moral yang terus berkembang, umat Kristen diajak untuk tetap menjadi pribadi yang membawa damai, pengharapan, dan kasih di lingkungan sekitar.

“Jangan sampai iman hanya menjadi rutinitas ibadah semata. Firman Tuhan mengajarkan agar setiap orang percaya menjadi saksi dalam tindakan nyata, menjaga kerukunan, menolong sesama, dan tetap hidup dalam kasih,” katanya.

Selain penyampaian firman, ibadah juga diisi dengan doa syafaat untuk bangsa dan negara, doa bagi keluarga jemaat, serta harapan agar kehidupan masyarakat tetap diberi kedamaian dan persatuan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat kebersamaan antarjemaat setelah menjalani berbagai aktivitas dan kesibukan sehari-hari.

Peringatan Kenaikan Yesus Kristus ini juga menjadi momentum refleksi bagi para jemaat untuk memperkuat pengharapan dan memperdalam nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tema tentang kenaikan Yesus ke sorga dan janji Roh Kudus, jemaat diajak untuk terus hidup dalam iman, pengharapan, dan kasih terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....