Sekolah jadi Loket Dukcapil, Warga Puncu Makin Mudah Urus Dokumen Kependudukan

  • 17 Sep 2026 16:57 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ruang kelas di SDN 2 Gadungan, untuk sementara waktu berubah menjadi loket pelayanan administrasi kependudukan
  • Melalui program Kamis Asik, Dukcapil Kabupaten Kediri terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat

RRI.CO.ID, Kediri - Suasana SDN 2 Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Kamis, 17 September 2026, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah warga datang silih berganti, bukan untuk menghadiri kegiatan sekolah tetapi mengurus dokumen kependudukan yang dibutuhkan untuk keperluan pendidikan anak.

Ruang kelas di SDN 2 Gadungan, untuk sementara waktu berubah menjadi loket pelayanan administrasi kependudukan. Warga cukup datang ke lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka untuk mengurus berbagai dokumen, mulai dari Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), hingga akta kelahiran.

Pelayanan jemput bola tersebut merupakan bagian dari program 'Kamis Asik' yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kediri, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Program ini menyasar siswa yang masih memiliki kendala dokumen kependudukan untuk kebutuhan administrasi pendidikan.

Penelaah Teknis Kebijakan Dukcapil Kabupaten Kediri, Rio Adiwibowo, mengatakan pelayanan sengaja didekatkan ke sekolah agar siswa yang belum memiliki dokumen kependudukan dapat segera terdata dan dibantu penyelesaiannya. "ASIK itu sendiri adalah pelayanan yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk menjaring atau mencari siswa yang belum mempunyai akta atau dokumen sama sekali dan belum bisa masuk ke Dapodik," ujar Rio.

Menurut Rio, dokumen yang banyak dibutuhkan masyarakat di antaranya KIA, KK, dan akta kelahiran. KK dengan barcode juga menjadi salah satu dokumen yang banyak diurus karena diperlukan dalam proses administrasi pendidikan.

Antusiasme warga terlihat sejak pelayanan dibuka pukul 08.00 WIB. Dalam setiap pelaksanaan Kamis Asik, petugas rata-rata melayani sekitar 90 pemohon dengan berbagai kebutuhan administrasi kependudukan.

"Mungkin karena dibutuhkannya KK untuk Dapodik, maka warga sangat antusias. Dari pelayanan di SDN 2 Gadungan Puncu ini, permohonan yang paling banyak diajukan memang KIA dan KK," kata Rio.

Kemudahan tersebut dirasakan langsung warga Dusun/Desa Manggis, Kediri, Riska Liana yang mengetahui pelayanan tersebut dari pihak sekolah setelah sebelumnya dilakukan pendataan terhadap kebutuhan dokumen siswa.

Riska mengaku, datang bersama anaknya untuk melengkapi dokumen kependudukan. Ia menilai pelayanan di sekolah membuat proses pengurusan menjadi lebih praktis karena tidak harus pergi jauh ke kantor Dukcapil.

"Pelayanannya bagus, cepat juga, terus langsung jadi. Sangat penting sekali buat anak sekolah. Nanti kalau mengurus selanjutnya kan gampang, tidak perlu mengurus lagi," kata Riska.

Hal serupa disampaikan Mei Indah Sari, warga Dusun Tanggungmulyo, Desa Wonorejo di Kediri. Menurutnya, keberadaan pelayanan jemput bola membuat warga lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus meninggalkan wilayah tempat tinggal terlalu jauh.

Melalui program Kamis Asik, Dukcapil Kabupaten Kediri terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain sekolah, layanan jemput bola juga dilakukan di desa, kantor kecamatan, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, sehingga pemenuhan dokumen kependudukan dapat dilakukan lebih mudah dan cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....