Belajar dari Banyak Musibah, Ini Isi Tas Siaga yang Sebaiknya Ada di Rumah

  • 16 Sep 2026 11:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah menjadi pengingat bahwa kondisi darurat bisa datang tanpa banyak waktu untuk bersiap. Mulai dari kebakaran, cuaca ekstrem, hingga bencana yang mengharuskan warga meninggalkan rumah sementara, membuat kesiapsiagaan keluarga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Dalam situasi darurat, kepanikan sering membuat seseorang lupa membawa barang-barang penting. Karena itu, memiliki satu tas khusus yang berisi kebutuhan dasar dan mudah dibawa keluar rumah dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu keluarga menghadapi keadaan yang tidak terduga.

Dilansir dari laman bnpb,go.id, tas siaga tidak harus berukuran besar atau berisi banyak barang. Yang terpenting adalah isinya benar-benar dibutuhkan ketika terjadi kondisi darurat. Tas tersebut sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau seluruh anggota keluarga dan tidak dikunci di tempat yang sulit dibuka.

Lantas, apa saja yang sebaiknya ada di dalam tas siaga? Air minum dan makanan tahan lama dapat menjadi prioritas. Pilih makanan yang praktis dikonsumsi dan tidak mudah rusak, seperti biskuit, makanan kemasan, atau makanan siap santap. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dan kebutuhan masing-masing.

Barang penting lainnya adalah kotak P3K dan obat-obatan pribadi. Perlengkapan sederhana seperti plester, perban, antiseptik, dan obat yang biasa diperlukan keluarga dapat disiapkan dalam satu wadah. Bagi anggota keluarga yang rutin menggunakan obat tertentu, persediaan obat tersebut juga sebaiknya diperhitungkan ketika menyiapkan tas darurat.

Jangan lupa memasukkan senter, baterai cadangan, power bank, dan peluit. Saat terjadi pemadaman listrik atau kondisi lingkungan menjadi gelap, senter dapat membantu penerangan. Power bank juga berguna untuk menjaga telepon seluler tetap dapat digunakan untuk memperoleh informasi atau menghubungi keluarga dan petugas.

Dokumen penting dan sejumlah uang tunai juga layak dipersiapkan. Dokumen dapat disimpan dalam wadah atau kantong kedap air untuk mengurangi risiko kerusakan. Tidak perlu membawa seluruh dokumen asli; keluarga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan menyimpan salinan dokumen penting secara aman.

Untuk menghadapi kondisi lingkungan yang berdebu atau dipenuhi asap, keluarga juga dapat menyiapkan masker dan perlengkapan pelindung sederhana. Selain itu, pakaian ganti, jas hujan, selimut tipis, tisu, hand sanitizer, serta perlengkapan kebersihan pribadi dapat dimasukkan sesuai kapasitas tas.

Bagi keluarga yang memiliki bayi, lansia, penyandang disabilitas, atau anggota keluarga dengan kebutuhan khusus, isi tas sebaiknya disesuaikan. Kebutuhan seperti popok, susu atau makanan khusus, perlengkapan pendukung mobilitas, maupun kebutuhan pribadi lainnya perlu dipertimbangkan sejak awal agar tidak baru dicari ketika keadaan sudah darurat.

Hal yang tak kalah penting adalah nomor kontak darurat dan rencana evakuasi keluarga. Nomor telepon penting dapat ditulis di kertas dan dimasukkan ke dalam tas, sehingga tetap dapat ditemukan ketika telepon seluler kehabisan daya. Keluarga juga sebaiknya mengetahui titik berkumpul yang telah disepakati apabila harus meninggalkan rumah.

Tas siaga juga bukan barang yang cukup disiapkan sekali lalu dilupakan. Isinya perlu diperiksa secara berkala, terutama makanan, obat-obatan, baterai, air, dan dokumen. Barang yang sudah kedaluwarsa atau tidak lagi sesuai kebutuhan harus diganti.

Kesiapsiagaan bukan berarti mengharapkan bencana terjadi. Justru dengan menyiapkan kebutuhan dasar sejak dini, keluarga dapat mengurangi kepanikan ketika menghadapi situasi yang tidak diinginkan. Satu tas mungkin terlihat sederhana, tetapi persiapan kecil tersebut dapat membuat keluarga lebih terorganisasi ketika harus menghadapi keadaan darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....