Kirim Paket ke Banjarmasin, Warga Kediri Jadi Korban KMP Virgo

  • 15 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Berniat mengirim paket ekspedisi ke Banjarmasin, dua warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri justru menjadi korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa

RRI.CO.ID, Kediri - Berniat mengirim paket ekspedisi ke Banjarmasin, dua warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri justru menjadi korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kejadian ini dialami mereka pada Minggu, 13 September 2026.

Kedua korban ini adalah Try Sutrisno (30) sopir truk tronton dan Aditya Firmansyah (20) yang ikut sebagai kernet. Rumah keduanya di Dusun Nanas hanya berjarak sekitar 100 meter, berbeda gang dari jalan raya.

Kepala Desa Manggis, Pinawati membenarkan, ada dua warganya yang hingga kini masih dinantikan kabarnya setelah insiden tersebut. "Untuk update informasinya sampai saat ini kami dan pihak keluarga masih menunggu informasi dari Basarnas di Banjarmasin maupun di daerah kami," kata Pinawati, Selasa, 15 September 2026.

Ia menjelaskan, Aditya Firmansyah merupakan warga RT 1 RW 1 Dusun Nanas, sedangkan Try Sutrisno tinggal di RT 2 RW 1 Dusun Nanas, Desa Manggis. Menurut informasi yang diterima pihak desa, keduanya berangkat untuk menjalankan pekerjaan ekspedisi dengan tujuan Banjarmasin menggunakan truk tronton yang membawa muatan paket.

Aditya berangkat dari Kediri pada Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan bus, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Surabaya pada sore hari menjelang Magrib. Sementara, Try telah menunggu di area pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Setelah bertemu di Surabaya, keduanya bergabung dalam perjalanan menggunakan truk tersebut dan naik ke KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Namun komunikasi keduanya dengan keluarga, kemudian terputus. Keluarga mulai khawatir setelah tidak mendapatkan kabar hingga Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

Bahkan, penantian masih berlangsung di Dusun Nanas. Keluarga, pemerintah desa dan warga berharap proses pencarian segera membawa kabar baik. "Dari pagi kami berkoordinasi dengan pihak keluarga. Keluarga pun juga sangat berharap kedua keluarga ini bisa bertemu dan dalam keadaan selamat. Harapan kami dan semua keluarga, semoga dua orang warga kami segera bisa ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat," katanya.

Sementara, Ratna Sri Astutik, keluarga Aditya, mengemukakan, mendapatkan informasi mengenai kecelakaan kapal tersebut dari teman dan siaran langsung yang beredar. "Setelah itu sudah tidak ada komunikasi. Kami kemudian mendapat informasi dari teman dan juga melihat siaran langsung terkait kejadian kapal tersebut," kata Ratna Sri Astutik.

Sementara itu, pihak kepolisian bersama unsur TNI dan kecamatan juga mendatangi rumah keluarga korban untuk memberikan dukungan sekaligus mengingatkan keluarga agar terus berkoordinasi dengan petugas. Mewakili Kapolsek Puncu, Wakapolsek Puncu Iptu Agung Dwi Setyo memberikan semangat kepada keluarga agar tetap berpikir positif dan berdoa.

"Terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan berdoa yang terbaik untuk update data," kata Agung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....