Dampak Gempa M6,5, Dua KA Tujuan Madiun Alami Keterlambatan

  • 12 Sep 2026 13:21 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Aktivitas perjalanan kereta api di wilayah selatan Jawa sempat terganggu akibat gempa bumi
  • Dua perjalanan kereta api yang terdampak kelambatan, masing-masing adalah PLB 144B Madiun Jaya yang terlambat 46 menit dan KA 150 Singasari yang terlambat 29 menit

RRI.CO.ID, Kediri – Aktivitas perjalanan kereta api di wilayah selatan Jawa sempat terganggu akibat gempa bumi. Dua kereta api tujuan wilayah Daop 7 Madiun, termasuk yang melintas Kediri, mengalami keterlambatan pada Sabtu pagi, 12 September 2026 menyusul Pemberhentian Luar Biasa atau BLB untuk pemeriksaan jalur.

Dua perjalanan kereta api yang terdampak kelambatan, masing-masing adalah PLB 144B Madiun Jaya yang terlambat 46 menit dan KA 150 Singasari yang terlambat 29 menit. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan tersebut.

Berdasarkan data BMKG, gempa bumi dengan Magnitudo 6,5 terjadi pada Sabtu 12 September 2026 pukul 04.26 WIB. Getaran gempa dirasakan hingga wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta yang menjadi jalur utama kereta api dari arah barat menuju Madiun dan Kediri.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI. "Sebagai langkah kehati-hatian, KAI melakukan pemberhentian luar biasa terhadap seluruh kereta api yang melintas di wilayah terdampak, termasuk dua kereta api yang menuju Daop 7 Madiun," katanya.

Ia menjelaskan, hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana jalur. Khususnya, jembatan dan bangunan hikmat, dalam kondisi aman sebelum perjalanan dilanjutkan.

"Pemeriksaan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Jalan dan Jembatan atau JJ. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, pada pukul 05.04 WIB lintas wilayah Daop 6 Yogyakarta dinyatakan aman dan perjalanan kereta api dapat kembali dilanjutkan," katanya.

Ia menambahkan, KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Setiap keputusan operasional yang diambil semata-mata untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh penumpang," kata Tohari.

KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan kereta api.BSalah satu warga di Kediri, Khoirul mengatakan, sempat cemas setelah mendengar informasi gempa tersebut. Bahkan, ia mengapresiasi dan memahami langkah yang diambil KAI.

"Saya mendapat informasi kalau ada dua kereta api mengalami keterlambatan karena ada gempa. Dengan langkah yang diambil KAI, saya rasa itu demi keselamatan masyarakat," kata Khoirul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....