Orang Tua Bukan Penonton, tapi Pemeran Utama Tumbuh Kembang Anak

  • 10 Sep 2026 13:02 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Dalam mendidik anak, orang tua memiliki peran besar sebagai pelindung, pemberi rasa aman, dan penentu masa depan utamanya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Orang tua bukan hanya sekedar menjadi penonton pasif yang memasrahkan seluruh tumbuh kembang sang anak kepada terapis atau guru, melainkan menjadi pemeran utama yang memegang kendali atas keberhasilan anak dalam menembus keterbatasan yang dimilikinya.

Ketika orang tua sudah mengambil perannya sebagai pemeran utama, orang tua tidak hanya sekedar mengasuh saja, melainkan membuka jalan bagi sang anak untuk dapat bersinar dan diakui oleh masyarakat. Tingkat kepercayaan diri tentunya akan tumbuh jika support sistem dari orang tua nyata dan dirasakan langsung oleh sang anak.

Dalam kesempatan Ruang Publik Ruang Disabilitas RRI Kediri, Rabu, 09 September 2026, Tanti Ratna Wulandari, S. Pd., M. Pd selaku Bendahara KKG GPK Kab. Kediri, Kepala Sekolah SDN Tempurejo 1 Wates Kab. Kediri dan Moch Safi’I, S. Pd.I., M. Pd. selaku Guru Pendamping KKG GPK Kab. Kediri, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih menjelaskan peran utama orang tua kerap kali menjadi penonton terlebih bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

“Jika melihat dari realita yang ada sebenarnya orang tua itu bukan tidak peduli terhadap anak, justru sebagian besar orang tua sangat sayang terhadap anaknya. Namun terkadang orang tua belum memahami bahwa pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak hanya diserahkan kepada sekolah, tetapi dirumah seharusnya orang tua itu mendampingi. ” ujar Tanti sapaan akrabnya.

Ia juga menyampaikan terkadang juga orang tua itu merasa bingung, bahkan takut, belum bisa menerima kondisi anaknya. Dari realita yang ada kami ingin merubah posisi orang tua bukan hanya sekedar sebagai penonton tetapi juga menjadi pemeran utama dalam perjalanan tumbuh kembang anak.

Selain itu Moch. Safi’I menjelaskan peranan orang tualah yang bisa menjadikan stimulus anak agar kedepannya ingin menjadi apa yang diinginkan, peran sekolah hanya sebatas memfasilitasi apa yang diharapkan orang tua namun diimbangi dengan peran orang tua dirumah.

“Sebagai pendidik kita sadar terdapat tiga kompetensi yang mempengaruhi keberhasilan anak berkebutuhan khusus (ABK) yaitu pertama lingkungan sekolah, kedua lingkungan keluarga, ketiga lingkungan masyarakat. Jika tiga kompetensi tersebut bisa dikembangkan secara optimal maka bukan tidak mungkin siapapun anaknya baik normal maupun berkebutuhan khusus (ABK) bisa tercapai cita-citanya yang menjadi harapan keluarga. ” ungkapnya.

Orang tua yang menjadi pemeran utama juga harus dibekali pengetahuan, pemahaman yang cukup, “Ini yang menjadi dasar dari permasalahan yang ada, orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) hanya menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolah. Seharusnya tidak demikian, lingkungan keluarga menjadi dasar pembentukan karakter untuk mensuport mental anak terlebih anak berkebutuhan khusus (ABK) agar lebih percaya diri. ” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....