Mendidik Anak dengan Cinta, Bukan dengan Luka
- 08 Sep 2026 05:16 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Mendidik anak dengan penuh cinta dapat diartikan dengan membimbing anak kita dengan rasa aman, ketegasan yang penuh kasih sayang dan komunikasi yang terbuka bukan dengan kekerasan atau luka emosional. Perlunya muhasabah diri bagi kita sebagai orang tua apakah cara kita mendidik selama ini membuat anak semakin dekat dengan kita atau bahkan semakin takut dengan kita.
Sebagai orang tua tentu kita menginginkan anak kita menjadi anak yang baik, rajin ibadah, belajar, menghormati orang tua, memiliki akhlak dan masa depan yang bagus. Mendidik anak dengan cinta bukan hanya sekedar apa yang kita berikan kepada anak, melainkan tentang apa yang anak rasakan ketika bersama orang tua.
Dalam kesempatan Kajian Mutiara Pagi RRI Kediri, Senin, 07 September 2026, Ustazah Dr. Rohmah Istikomah, S.S., M. Pd. I. selaku Ka. Prodi MPI STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang menjelaskan bagaimana begitu besarnya sayang orang tua terhadap anaknya, tetapi cara menyampaikan cinta justru membuat anak terluka.
“Beberapa contoh orang tua dalam menyampaikan rasa cintanya terhadap anak malah justru membuat anak terluka. Ada orang tua yang sangat sayang terhadap anaknya namun ketika anak melakukan kesalahan, terlontar kata-kata keras yang diucapkan kepada anaknya. Ada orang tua yang menginginkan anaknya sukses, namun anaknya dibanding-bandingkan dengan anak orang lain, dan masih banyak lagi contoh lainnya. ” ujar Ustazah Rohmah.
Ia juga menyampaikan perlunya orang tua memastikan cara dalam mendidik anak selama ini, sudah melakukan dengan cinta, nyaman, ketegasan atau malah sebaliknya. Hal ini patut untuk dipastikan bersama agar nanti sang anak masih berada dalam pengawasan orang tua, bukan lepas dari pantauan orang tua.
Pastikan anak ketika menghadapi masalah orang tua hadir memberikan perhatian dan menjadi tujuan mencari solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Minimalkan perhatian anak dalam mencari solusi terhadap teman, guru, gadget, hingga sosial media, jdikan orang tua menjadi bagian dari anak yang aman dalam bercerita apa yang telah dialami.
“Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi kasih sayang dan kelembutan. Seperti firman Allah SWT melalui surat Al Imron ayat 159 yang berbunyi fa bimaa rahmatim minallaahi linta lahum, walau kunta fadhdhan ghaliidhal-qalbi lanfadldluu min haulika artinya maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekitarmu.” ungkapnya.
Dalam akhir dialog Ustazah Rohmah memberikan kesimpulan dalam kajian mutiara pagi, “Mendidik anak itu membutuhkan keseimbangan, jangan sampai kita sebagai orang tua mewariskan luka dimasa lalu kepada anak kita hanya karena dulu kita pernah mengalaminya. Mari kita berikan kepada anak berupa cinta, komunikasi, keteladanan sekaligus ketegasan karena anak yang kuat bukan anak yang tidak pernah menangis. Melainkan anak yang ketika jatuh dia mau bangkit, ketika gagal mau mencoba, ketika menghadapi masalah dirinya mengetahui bahwa dia tidak sendirian. “ jelasnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....