Perkuat Literasi Jurnalistik Muda dengan Mengikuti Diklat
- 27 Agt 2026 05:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Siswa SMAN 1 Pare yang mengikuti organisasi GESIT melakukan diklat reorganisasi untuk memperkuat literasi jurnalistik muda. RRI Kediri berkolaborasi dengan SMAN 1 Pare untuk memberikan materi jurnalistik kepada para siswa yang tergabung dalam organisasi GESIT.
Pada kesempatan tersebut para peserta diklat mendapatkan pengalaman lebih mendalam mengenai dunia jurnalistik. Melalui diklat ini organisasi GESIT SMANSA Pare ingin memberikan tambahan ilmu bagi para anggotanya agar lebih paham mengenai etika jurnalistik.
Dalam kesempatan Dialog Pagi RRI Kediri, Rabu, 26 Agustus 2026, Peserta diklat GESIT Orlin Radela Nitya menjelaskan pasca mengikuti diklat jurnalistik ini dirinya merasakan dampak yang sangat luar biasa. “ini adalah periode kedua mengikuti diklat jurnalistik. Terdapat beberapa perubahan yang sayang rasakan ketika sudah kedua kalinya mengikuti diklat ini. Salah satu yang memberikan dampak positif adalah dari skil berbicara didepan umum yang mulai berani percaya diri untuk tampil. ” ujar Orlin sapaan akrabnya.
Ia juga menyampaikan selain skil berbicara didepan umum, kemampuan lainnya yang dirasakan yaitu dalam fotografi, liputan, menulis artikel, dan presenter. Dari sekian banyak skil yang didapat presenter lah yang menjadi skil yang diidamkan olehnya karena dituntut untuk mengulik banyak informasi dari narasumber yang ditemui.
Melakukan sesuatu hal yang paling disukai atau passion, apapun tantangannya akan dilakukan salah satu contoh merupakan dalam bidang jurnalistik. Zaman yang semakin maju maka dalam jurnalistik pun akan mengikuti arah zamannya, sedikit perbedaan zaman ketika jurnalistik dahulu dan jurnalistik saat ini yang serba digitalisasi.
“perbedaannya terdapat pada platform media. Jika dahulu sangat sedikit sekali untuk mendapatkan informasi, namun saat ini berbagai platform media sosial seperti tiktok dan Instagram. Jadi untuk mendapatkan informasi berita yang faktual sangat mudah sekali” ucapnya.
Mudahnya akses untuk mendapatkan informasi menjadi sebuah tantangan bagi jurnalis terutama jurnalis mudah untuk mendapatkan informasi yang faktual. “saat ini kita dituntut untuk lebih pandai dalam menyaring informasi yang didapat, pintar-pintar kita untuk dapat melakukan hal itu. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi generasi muda,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....