Karhutla Gunung Wilis, Jalur Pendakian Puncak Tembelang Ditutup
- 05 Sep 2026 14:41 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Aktivitas pendakian menuju Puncak Tembelang di Kawasan Wisata Besuki, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, untuk sementara harus dihentikan
- Pemerintah Kabupaten Kediri menutup jalur tersebut mulai Sabtu, 5 September 2026, sebagai langkah antisipasi karhutla
RRI.CO.ID, Kediri – Aktivitas pendakian menuju Puncak Tembelang di Kawasan Wisata Besuki, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, untuk sementara harus dihentikan. Pemerintah Kabupaten Kediri menutup jalur tersebut mulai Sabtu, 5 September 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Wilis.
Penutupan dilakukan setelah kebakaran yang sebelumnya berada di kawasan hutan Kabupaten Nganjuk merembet menuju wilayah Kabupaten Kediri. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengancam kawasan Puncak Tembelang sehingga keselamatan masyarakat dan pendaki menjadi pertimbangan utama.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memastikan penutupan hanya berlaku untuk jalur pendakian menuju Puncak Tembelang. Sementara itu, Kawasan Wisata Besuki secara keseluruhan tetap dibuka untuk masyarakat.
Kabid Pengembangan Pariwisata Disparbud Kabupaten Kediri, Husni Mubarok, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kewaspadaan karena titik kebakaran di kawasan Gunung Wilis masih menjadi perhatian petugas. "Kalau di wilayah Mojo itu sebenarnya masih di seberangnya Puncak Tembelang. Kita antisipasi khawatir ada merembet ke arah Puncak Tembelang yang masih di wilayah kita," kata Husni saat dikonfirmasi.
Penutupan jalur pendakian diberlakukan hingga kondisi kawasan dinyatakan kondusif dan aman. Husni menyebut belum ada batas waktu pasti mengenai pembukaan kembali jalur pendakian tersebut. "Jadi kita tutup sementara sampai batas waktu yang tidak tentu," ujar Husni.
Untuk memastikan tidak ada pendaki yang memasuki jalur tersebut, Disparbud Kabupaten Kediri menyiagakan petugas di sejumlah titik. Informasi penutupan juga dipasang di depan loket Kawasan Wisata Besuki dan pintu masuk jalur pendakian.
Petugas akan memberikan informasi kepada pengunjung sekaligus mencegah pendaki menuju Puncak Tembelang maupun Puncak Cemoro melalui jalur tersebut. Pengumuman mengenai penutupan juga disampaikan melalui media sosial agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Puncak Tembelang selama ini menjadi salah satu tujuan pendakian yang cukup diminati karena jalurnya relatif ramah bagi pendaki pemula dan anak-anak. Waktu tempuh menuju puncak juga relatif singkat, yakni sekitar 20 hingga 30 menit dalam kondisi normal.
"Memang yang menjadi daya tarik karena puncaknya tidak terlalu tinggi dan sangat ramah bagi pendaki pemula maupun anak-anak. Waktunya juga tidak terlalu lama," ujar Husni.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Kediri terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla yang merembet dari kawasan RPH Bajulan BKPH Pace, Kabupaten Nganjuk, menuju kawasan hutan di wilayah Kediri. Berdasarkan pemantauan terakhir, kebakaran telah masuk kawasan RPH Parang BKPH Kediri KPH Kediri di Desa Joho, Kecamatan Semen.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, mengatakan kebakaran masuk wilayah Kediri pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 05.30 WIB. Titik api di Petak 109 RPH Parang berdasarkan pemantauan terakhir telah padam.
"Sementara di Petak 144 RPH Kanyoran masih terdapat kawasan yang terbakar dengan luasan terdampak diperkirakan sekitar lima hektare. BPBD bersama personel gabungan dan Perhutani terus melakukan pemantauan untuk mencegah api meluas," kata Ariyanto.
Ariyanto mengimbau, masyarakat dan calon pendaki diimbau mematuhi penutupan sementara jalur menuju Puncak Tembelang. Jalur tersebut akan dibuka kembali setelah kondisi kawasan dinyatakan aman dan terdapat pemberitahuan resmi dari pihak berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....