Zero Waste Camp Dorong Perubahan Perilaku Peduli Lingkungan

  • 02 Sep 2026 10:56 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Yayasan Hijau Daun Mandiri mendorong masyarakat, khususnya generasi muda dan pegiat lingkungan, untuk mulai menerapkan gaya hidup minim sampah dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Zero Waste Camp yang menjadi salah satu rangkaian Milad Hijau Daun Mandiri pada September 2026.

Ketua Yayasan Hijau Daun Mandiri, Endang Pertiwi, mengatakan dalam dialog Kediri Menyapa di RRI Kediri, Rabu, 1 September 2026, Zero Waste Camp akan dilaksanakan pada Sabtu hingga Minggu, 5-6 September 2026, di Kali Bening, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Endang menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Kediri, tetapi juga pegiat lingkungan dari sejumlah daerah lain, seperti Gresik, Blitar, dan Surabaya. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya pegiat lingkungan, mahasiswa pencinta alam atau Mapala, serta komunitas yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan.

Menurut Endang, tujuan utama Zero Waste Camp bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan mendorong perubahan perilaku peserta agar mampu menerapkan prinsip zero waste dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diminta membawa perlengkapan masing-masing, mulai dari tenda hingga peralatan makan, tanpa menggunakan plastik sekali pakai.

"Tujuan dan harapannya peserta bisa merubah perilaku, bisa zero waste dalam kehidupan kesehariannya. Sehari saja tanpa sampah, harapannya bisa menjadi agen perubahan di keluarga, masyarakat, lingkungan, sekolah, maupun kampus," ujar Endang kepada RRI.

Pemilihan Kali Bening, Ngancar, sebagai lokasi kegiatan juga memiliki alasan tersendiri. Kawasan tersebut telah menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat. Karena itu, peserta Zero Waste Camp nantinya tidak hanya melakukan kegiatan kebersihan, tetapi juga memberikan edukasi kepada para pengunjung mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan melakukan clean up di sepanjang aliran Kali Bening. Peserta akan dibagi ke dalam sejumlah zona untuk melakukan edukasi kepada pengunjung sekaligus membersihkan area di sepanjang aliran sungai. Yayasan Hijau Daun Mandiri juga akan membawa bak sampah untuk membantu pengumpulan sampah di lokasi.

Selain clean up dan edukasi, kegiatan juga diisi diskusi lingkungan pada malam hari serta penanaman pohon yang dilakukan secara kolaboratif bersama pihak dan komunitas di sekitar Kali Bening. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyamakan visi dan persepsi sekaligus membahas berbagai persoalan sampah dan lingkungan yang dihadapi peserta di daerah masing-masing.

Endang menegaskan, persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan membersihkan sampah yang sudah terlanjur berada di lingkungan. Menurutnya, edukasi dan kegiatan clean up harus berjalan berdampingan agar masyarakat memahami sumber persoalan sekaligus terdorong untuk mengubah kebiasaannya.

"Kita ingin menyamakan visi dan persepsi, mengangkat permasalahan yang ada di lingkungan para peserta mengenai sampah dan lingkungan, kemudian nanti dibagi grup sesuai permasalahannya untuk dicari solusinya bersama-sama," ucapnya.

Melalui Zero Waste Camp, Yayasan Hijau Daun Mandiri berharap peserta tidak berhenti pada kegiatan selama dua hari. Peserta diharapkan membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan untuk diterapkan di lingkungan masing-masing, sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam mengurangi sampah dari sumbernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....