Gus Kikin Serukan Persatuan Warga NU Pascamuktamar
- 31 Agt 2026 20:36 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama memperkuat persatuan dan kebersamaan setelah Muktamar ke-35 NU. Seruan tersebut disampaikan dalam pidato perdananya pada penutupan Muktamar ke-35 NU di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026.
Gus Kikin mengatakan, berbagai dinamika yang muncul selama pelaksanaan muktamar harus diakhiri dengan kembali merapatkan barisan. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting bagi NU untuk melanjutkan perjuangan organisasi sesuai tujuan yang telah diletakkan para pendirinya.
Ia menilai Muktamar ke-35 NU telah menghasilkan sejumlah pembahasan dan gagasan yang dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan baru. Karena itu, seluruh elemen NU diharapkan dapat mengambil nilai positif dari proses muktamar dan bersama-sama menjalankan hasil keputusan organisasi.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian muktamar, mulai pembahasan hingga sidang komisi, dapat berjalan lancar. Banyak gagasan solutif yang saya temukan dalam forum-forum muktamar,” ujar Gus Kikin.
Dalam kepemimpinannya, Gus Kikin juga menekankan pentingnya mengembalikan perjalanan organisasi pada pedoman dasar NU. Salah satunya melalui penguatan kembali Qanun Asasi sebagai koridor dalam menjalankan organisasi, disertai penguatan adab dan sanad keilmuan.
Selain aspek keagamaan dan pendidikan, Gus Kikin menyatakan penguatan ekonomi warga Nahdliyin menjadi salah satu perhatian kepengurusan PBNU mendatang. “Potensi ekonomi di lingkungan warga NU dinilai perlu dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Gus Kikin juga mengingatkan agar NU tetap menjalankan jati dirinya sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Ia menilai organisasi perlu menjaga jarak yang tepat dengan kepentingan politik agar fokus terhadap khidmah kepada umat tidak bergeser.
Menurut Gus Kikin, NU telah memiliki landasan keagamaan dan pedoman organisasi yang dapat menjadi arah dalam menjalankan roda organisasi. Ia membedakan ranah NU sebagai organisasi dengan politik, meskipun dalam konteks pemerintahan NU tetap dapat memberikan dukungan apabila hal tersebut berkaitan dengan kewajiban umat Islam.
Di sisi lain, Gus Kikin menegaskan keterbukaan NU terhadap seluruh elemen yang berada di dalamnya. Berbagai kelompok dan potensi warga Nahdliyin, menurutnya, harus mendapatkan ruang untuk berkontribusi dalam kepengurusan PBNU periode 2026–2031.
Gus Kikin juga menyampaikan penghormatan terhadap KH Wahab Chasbullah yang memiliki keterkaitan erat dengan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas. Ia berharap tempat tersebut tetap menjadi salah satu ruang bagi kegiatan NU di masa mendatang. “Semoga KH Wahab Chasbullah memperoleh balasan terbaik dari Allah atas perjuangan yang telah beliau lakukan,” ucap Gus Kikin.
Kepengurusan baru PBNU periode 2026–2031 akan dipimpin Gus Kikin bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Dalam pidato perdananya, Gus Kikin menegaskan komitmen untuk menjalankan amanah tersebut dengan mengutamakan kepentingan organisasi dan warga Nahdlatul Ulama.
Muktamar ke-35 NU kemudian resmi berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian kegiatan dengan membunyikan kentongan. Penutupan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian muktamar sekaligus dimulainya periode kepengurusan baru PBNU.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....