KAI Ingatkan Pengendara Wajib Waspada di Perlintasan Sebidang

  • 28 Agt 2026 10:48 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - PT KAI Daop 7 Madiun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang. Pengendara diminta tidak terburu-buru dan selalu memastikan kondisi jalur aman sebelum melintas, baik di perlintasan yang terjaga maupun yang tidak terjaga, hal ini menyusul insiden tertempernya KA Malabar di wilayah Klaten, Kamis, 27 Agustus 2026.

Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan salah satu penyebab kelalaian masyarakat di perlintasan sebidang adalah sikap terburu-buru. Kondisi tersebut dapat membuat pengendara mengabaikan aspek keselamatan yang seharusnya menjadi prioritas.

“Beberapa kelalaian masyarakat yang banyak kalau kita amati, terburu-buru. Jadi kalau sudah kita terburu-buru, kadang hal-hal yang paling penting terkait dengan keselamatan ini kadang kita abaikan,” ujar Tohari dalam dialog bersama RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.

Tohari menjelaskan, pengendara harus berhenti terlebih dahulu, kemudian melihat ke kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas. Khusus di perlintasan resmi yang dijaga, masyarakat juga diminta tetap mematuhi sinyal dan memberikan kesempatan kepada petugas untuk menutup palang pintu.

“Lebih baik menunggu sejenak, menunggu beberapa saat tapi kita semua aman,” katanya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan suara suling lokomotif yang menjadi tanda peringatan ketika kereta api akan melintas di area tertentu.

Selain berhenti dan memastikan kondisi aman, Tohari memberikan tips bagi pengendara kendaraan bermotor saat melintasi rel. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan menggunakan gigi rendah, terutama ketika permukaan rel atau jalan di sekitar perlintasan memiliki gundukan.

“Upayakan menggunakan gigi terendah. Jadi tidak menjadi penghalang. Kalau kendaraan kita sudah gigi satu, pada saat urgent bisa kita tarik gas, kita tetap bisa jalan,” ujar Tohari.

Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun juga mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengawasan keselamatan di perlintasan. Sistem tersebut dapat memberikan alarm ke pusat pengendali atau OCC apabila terdapat kendaraan yang berhenti terlalu lama di area perlintasan yang harus steril. Pemantauan juga didukung dengan CCTV sehingga petugas dapat segera berkoordinasi dengan petugas di lapangan apabila terjadi kondisi yang membahayakan.

Tohari menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi perhatian bersama, mengingat kereta api mengangkut masyarakat dari berbagai kelompok usia. “Keselamatan kita secara pribadi itu menjadi tanggung jawab kita pribadi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....