KAI Larang Warga Bakar Jerami di Dekat Jalur Kereta
- 14 Jul 2026 21:31 WIB
- Kediri
Poin Utama
- PT KAI Daop 7 Madiun memperketat pengawasan operasional dan mengimbau warga Kediri untuk stop membakar jerami atau sampah di dekat jalur kereta api
RRI.CO.ID, Kediri - Pada musim kemarau yang disertai angin kencang, PT KAI Daop 7 Madiun melarang warga Kediri membakar jerami atau sampah di dekat jalur kereta api.
"Kebiasaan membakar sisa panen dinilai berbahaya karena api bisa cepat menjalar ke ruang manfaat jalur KA," kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia mengatakan, imbauan ini penting mengingat banyak wilayah di Kediri dan sekitarnya yang jalur keretanya melintasi area persawahan. Kondisi ilalang, semak, dan sisa panen yang kering sangat rawan terbakar.
"Kondisi kemarau ditambah angin kencang membuat api sekecil apa pun akan sangat cepat menjalar menuju jalur kereta api. Kami minta masyarakat Kediri tidak membakar jerami atau sampah di sekitar rel," katanya.
Ia menjelaskan, bahaya tersebut sudah terbukti. Berdasarkan laporan PPKA Stasiun Walikukun dari Pusat Pengendali Perjalanan KA Daop 6 Yogyakarta, di Km 216+500 petak jalan antara Stasiun Walikukun - Kedungbanteng terdapat aktivitas pembakaran jerami yang apinya mendekati jalur kereta api karena tertiup angin.
Tohari menjelaskan, jika terjadi kebakaran atau kepulan asap tebal di dekat jalur, masinis wajib mengambil tindakan preventif.
"Masinis akan mengurangi kecepatan kereta api, bahkan menghentikan perjalanan secara luar biasa atau BLB demi keselamatan penumpang dan rangkaian," ungkapnya.
Sesuai prosedur, imbuh Tohari, masinis yang melihat potensi bahaya akan segera melapor ke Pusat Pengendali Perjalanan KA atau Pusdal.
"Laporan itu diteruskan secara real-time kepada unit pengamanan, petugas jalan rel, serta KA selanjutnya yang melintas di petak tersebut," ujarnya.
Selain mengganggu perjalanan, asap tebal juga dapat menghalangi pandangan masinis. Sementara kobaran api yang menjalar cepat berisiko menyambar lokomotif atau kereta penumpang. Risiko paling besar terjadi jika yang melintas adalah KA barang yang membawa muatan mudah terbakar.
Sebagai langkah antisipasi, kata Tohari, KAI Daop 7 Madiun rutin melakukan patroli di titik rawan, termasuk di wilayah Kediri. KAI juga menggencarkan sosialisasi ke kelompok tani dan menyiagakan alat pemadam api ringan di pos penjagaan. KAI tidak segan mengambil langkah hukum mengacu pada UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
"Kami memohon kerja sama warga Kediri, khususnya para petani. Jangan bakar jerami sisa panen karena angin kencang bisa membuat api merembet ke jalur KA dalam hitungan detik. Mari bersama jaga keselamatan perjalanan kereta api," kata Tohari.
Di tempat berbeda, Sulis, penumpang kereta api di jalur Kediri-Surabaya menyebutkan, jika aktivitas pembakaran jerami di dekat jalur kereta api ini memang tidak layak untuk dilakukan.
"Kami minta KAI untuk bertindak tegas, jika menemukan orang yang melakukan pembakaran jerami di sepanjang jalur kereta api. Sebab bahaya dari kejadian ini dapat mengganggu kelancaran laju kereta api," kata Sulis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....