Apa itu Desil? Betulkah menjadi Tolak Ukur Si Kaya dan Miskin?
- 25 Agt 2026 19:35 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri- Masyarakat dan jagat maya sedang ramai membahas mengenai desil, yaitu metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Betulkah penetapan desil menjadi tolak ukur si kaya dan miskin? Bagaimana pemerintah melalui Badan Pusat Statistik menetapkan nilai desil bagi setiap individu?
Mengutip dari laman resmi BPS, desil dikelompokkan menjadi 10 yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga. Ke-10 desil tersebut meliputi:
1. Desil Satu (1), kelompok dengan tingkatkesejahteran relatif paling rendah, yaitu masyarakat paling miskin
2. Desil Dua (2), kelompok masyarakat rentan miskin
3. Desil Tiga (3-4), kelompok rentan/hampir miskin
4. Desil Empat-Lima (5-6), kelompok ekonomi menengah
5. Desil Tujuh-Sembilan (7-9) kelompok menrngah ke atas
6. Desil Sepuluh (10), kelompok ekonomi sejahtera
Artinya, semakin kecil angka desil semakin rendha tingkat kesejahteraannya. Menurut laman Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), desil digunakan oleh pemerintah untuk menetapkan keluarga penerima manfaat atau bantuan sosial. Desil ditetapkan bersumber angka penghasilan per seorangan.
BPS menerangkan bahwa desil perlu dipahami sebagai suatu pemeringkatan yang relatif dna bukan tolak ukur tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga, dan bukan untuk menentukan si kaya dan si miskin. Desil bukanlah suatu ukuran absolut. Contoh, keluarga pada desil 3 berarti berada pada kelompok 3 dari sepuluh kelompok dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif. Keluarga dalam desil yang sama, tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.
Pemeringkatan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan, seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.
BPS menggunakan metode statistikProxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga. PMT merupakan salah satu pendekatan statistik yang juga digunakan secara internasional, terutama ketika informasi pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit didapatka atau diverifikasi secara lengkap. Pendekatan ini memungkinkan BPS mendapat berbagai informasi sosial ekonomi yang dapat diamati serta digunakan secara sistematis untuk membantu memperkirakan posisi kesejahteraan relatif keluarga.
Masyarakat dapat melakukan pengecekan desil melalui cek data di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara daring. Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos. Caranya, cukup akses laman cekbansos.kemensos.go.id, masukkan NIK sesuai KTP dan kode captcha, lalu klik “Cari Data”.
Jika informasi desil tersedia, hasil pencarian akan menampilkan kategori kesejahteraan keluarga. Selain melalui laman, pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi, memilih menu pengecekan bansos, memasukkan NIK, kemudian memilih “Cari Data”.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....