Gema Sajadah Siapkan 500 Relawan Bersihkan Area Muktamar NU 35
- 20 Agt 2026 22:14 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Gerakan Gema Sajadah (Gerakan Bersama-Sampah Jadi Sedekah) menyiapkan sekitar 500 relawan untuk membantu menjaga kebersihan dan mengelola sampah selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), pada 27 Agustus 2026 hingga 31 Agustus 2026, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Relawan tersebut akan mendukung penanganan sampah di sejumlah titik kegiatan, termasuk kawasan bazar dan expo.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir, mengatakan keterlibatan Gema Sajadah menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Kemenag berharap seluruh rangkaian kegiatan di Tambakberas berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kemenag Jombang ingin ikut berkontribusi dalam agenda Muktamar ke-35. Semoga seluruh rangkaian kegiatan di Tambakberas berjalan lancar dan Kemenag dapat memberikan kontribusi dalam kegiatan tersebut,” ujar Muhajir, Kamis, 20 Agustus 2026.
Upaya tersebut diperkuat melalui koordinasi pengelolaan sampah yang dilakukan Kemenag Jombang. Berdasarkan Surat Kemenag Jombang Nomor 166/Kk.13.12.02/HM.01/08/2026 tertanggal 18 Agustus 2026, koordinasi diarahkan untuk memperluas penerapan Gema Sajadah, terutama dalam penanganan sampah botol dan gelas plastik selama Muktamar NU ke-35.
Panitia Lokal Muktamar ke-35 Bidang Kebersihan dan Lingkungan Hidup (KLH) sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang. Sekitar 500 santri relawan disiapkan untuk membantu pengelolaan kebersihan di kawasan muktamar.
Sementara itu, Agen Perubahan Gema Sajadah, Leily Irawatie Hasan, mengatakan kesiapan relawan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Panitia Lokal Muktamar, khususnya Bidang KLH. Langkah tersebut dilakukan agar pembagian tugas dan penanganan sampah di lapangan dapat berjalan efektif.
“Sebanyak 500 relawan siap kami gerakkan untuk membantu aksi kebersihan dan pengelolaan sampah. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Panitia Lokal, terutama Bidang KLH, supaya pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan dengan baik,” kata Leily.
Kawasan bazar dan expo menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar selama kegiatan berlangsung. Selain penanganan saat muktamar, pengelolaan sampah setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir juga menjadi bagian yang perlu dipersiapkan.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang, Nur Khojin, mengatakan gerakan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat budaya peduli lingkungan di madrasah. Sejumlah madrasah turut digunakan sebagai tower penginapan maupun posko peserta selama Muktamar NU ke-35.
“Kami ingin madrasah menjadi lingkungan yang bersih dan tertata melalui Gema Sajadah. Momentum Muktamar ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian serta praktik pengelolaan lingkungan secara bersama-sama,” jelasnya.
Selain mengerahkan relawan, Kemenag Jombang menyiapkan 100 bibit pohon untuk ditanam di kawasan muktamar. Penanaman ini menjadi bagian dari penguatan pesan ekoteologi, yakni menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Kolaborasi Gema Sajadah bersama Kemenag, panitia lokal, DLH, madrasah, pesantren, santri, dan relawan diharapkan mampu menjaga kebersihan kawasan Muktamar NU ke-35 sekaligus memastikan persoalan sampah tetap tertangani setelah kegiatan selesai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....