Prakiraan Cuaca Kabupaten Kediri, Himbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan

  • 14 Sep 2026 20:08 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri mengeluarkan update prakiraan cuaca yang terjadi di Kediri, Senin, 14 September 2026. Untuk wilayah Kediri diperkirakan masih didominasi cerah berawan. Kondisi saat ini yang masih menghadapi musim kemarau, masyarakat dihimbau untuk tidak membakar sampah atau lahan secara masif dengan kondisi angin yang terjadi cukup kencang sehingga nantinya akan berpotensi terjadinya kebakaran.

Pada kesempatan ini Mahendra selaku Prakirawan BMKG Statmet Dhoho Kediri program Peta Cuaca BMKG Kediri, menjelaskan prakiraan cuaca yang terjadi di Kediri.

“Perkiraan cuaca yang ada di Kediri kondisinya secara keseluruhan diperkirakan akan cerah hingga cerah pada pagi hari. Cuaca pada siang hingga malam hari akan diperkirakan cerah hingga cerah berawan, kondisi pada dini hari akan diperkirakan akan cerah berawan hingga berawan.” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kondisi suhu udara berada di kisaran 22 derajat hingga 34 derajat celcius, kelembapan udara berada dikisaran 36 hingga 90 persen. Arah angin juga diperkirakan akan dominan berhembus dari timur hingga selatan, dengan kecepatan maksimum angin 10 hingga 30 kilometer per jam.

Patut untuk diperhatikan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, prakiraan tinggi gelombang air laut khususnya diperairan wilayah selatan jawa timur berada dikisaran 2,5 hingga 4,5 meter. Kondisi tersebut berpeluang terjadi disekitar wilayah perairan Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan perairan Pacitan.

Himbauan BMKG Statmet Dhoho Kediri agar berhati-hati dalam membakar sampah atau lahan bukan tanpa alasan, beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kediri Raya dan sekitarnya menjadi alarm kita untuk tidak memperparah kondisi di wilayah sekitarnya.

“Menurut pantauan titik hot spot wilayah jawa timur, khususnya wilayah Kediri Raya terpantau di beberapa wilayah diantaranya Nganjuk, Kediri khususnya diwilayah desa Gurah, Papar, dan Mojo, Tulungagung dan Blitar. ” jelasnya.

Sementara itu Stasiun Meteorologi Dhoho menjelaskan terjadinya hujan yang terjadi dibeberapa hari terakhir diwilayah pare dan sekitarnya. “Kita masih memasuki musim kemarau, kondisi yang terjadi secara umum masih cukup kering atau tidak terjadi hujan. Namun, musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali, masih ada terjadi hujan namun prosentasenya cukup kecil. Apabila disuatu wilayah terjadi hujan biasanya dipengaruhi oleh faktor lokalnya. ” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....