Ulama Punya Peran Sentral dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

  • 20 Agt 2026 09:22 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Peran ulama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perjuangan melawan penjajahan hingga upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ulama tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga turut membangun semangat perjuangan dan mengawal kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ustaz M. Arwani, Pengasuh Ponpes Mazro’atul Ulum, Kediri, dalam program Mutiara Pagi RRI Kediri, Kamis, 20 Agustus 2026. Menurutnya, sejarah perjuangan para ulama perlu terus dipelajari agar generasi saat ini tidak melupakan jasa dan peran mereka dalam perjalanan bangsa.

Ustaz Arwani mencontohkan perjuangan Pangeran Diponegoro yang tidak hanya dilakukan melalui perlawanan di medan peperangan, tetapi juga melalui penyebaran syiar Islam. Salah satunya dengan mendirikan masjid yang di sebelahnya terdapat pohon sawo sebagai simbol keberadaan para pengikutnya.

Menurutnya, keberadaan masjid dan simbol tersebut menjadi bagian dari jejak perjuangan para pengikut Pangeran Diponegoro yang turut menyebarkan syiar Islam kepada masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa perjuangan ulama dan tokoh agama memiliki banyak bentuk, tidak selalu dilakukan secara langsung melalui peperangan.

“Ulama di Indonesia itu punya peran sentral dengan kemampuannya masing-masing. Ada ulama yang terjun langsung di medan peperangan, ada juga ulama yang mengawal kemerdekaan,” ujar Ustaz Arwani kepada RRI.

Ia juga menilai para ulama telah memiliki pemikiran yang luas mengenai kemajemukan bangsa Indonesia. Menurutnya, perhatian terhadap keberagaman tersebut tercermin dalam perjalanan perumusan dasar negara, termasuk sila pertama Pancasila yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Setelah Indonesia merdeka, Ustaz Arwani menegaskan, masyarakat juga perlu memberikan ruang dan peran kepada para ulama untuk terus mengisi pembangunan melalui syiar keagamaan. Peran tersebut penting untuk membangun masyarakat yang memiliki pemahaman agama sekaligus mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Ia mengajak generasi muda untuk belajar dari keteladanan para ulama dengan memahami ilmu secara utuh. Menurutnya, ilmu agama dan ilmu dunia perlu berjalan beriringan agar masyarakat mampu menghadapi berbagai persoalan tanpa terjebak dalam polarisasi.

“Anak muda, generasi muda sekarang harus banyak belajar ilmu yang utuh, ilmu agama dan ilmu dunia. Kita harus menata agar tidak terjadi polarisasi,” katanya.

Ustaz Arwani berharap generasi saat ini tidak hanya mengenang sejarah dan keilmuan para ulama, tetapi juga mampu meneladani kebaikan mereka. Menurutnya, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan mengambil peran di tengah masyarakat, menjaga persatuan, serta terus berbuat baik.

Dengan demikian, keteladanan para ulama diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari catatan sejarah. Nilai perjuangan, keilmuan, dan kepedulian terhadap masyarakat dapat terus diwariskan sebagai bekal generasi penerus dalam menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....