Siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Raih Juara 2 FLS3N 2026 Cabang Jurnalistik
- 29 Apr 2026 14:24 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare, Raesya Chilla Divandra, meraih juara dua dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 cabang jurnalistik tingkat Kabupaten Kediri. Kompetisi tersebut digelar pada Rabu, 29 April 2026 di SMAN 1 Pare.
Pembina ekstrakurikuler Jurnalistik Warta Smadhawa, Hery Susanto, mengatakan sebelumnya pihaknya mengirimkan dua peserta dalam ajang tersebut. Sebelum mencapai tahap final, keduanya telah mengikuti seleksi secara daring dan berhasil masuk dalam 10 besar.
“Dua anak didik kami, Putri Luthfi Alawiyah dan Raesya Chilla Divandra, yang masih duduk di kelas X, mampu lolos ke tahap 10 besar setelah melalui seleksi awal secara daring,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan telah dilakukan secara intensif sejak jauh hari, terutama dalam memperkuat kemampuan menulis feature sesuai petunjuk teknis lomba. Hasilnya, salah satu peserta berhasil meraih posisi kedua.
“Capaian ini cukup membanggakan, mengingat ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Dharma Wanita 1 Pare masih tergolong baru. Namun sejak awal kami yakin setiap siswa memiliki potensi yang bisa dikembangkan, khususnya dibidang jurnalistik ini,” ujarnya.
Hery juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya proses belajar dan keberanian siswa dalam mencoba.
“Kami berharap ke depan prestasi dapat terus meningkat, tidak hanya untuk sekolah tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kediri. Bagi siswa yang belum berhasil, tetap optimis dan semangat. Soal hasil adalah bonus, yang penting harus ada kemauan untuk terus berproses dan belajar,” katanya.
Sementara itu, Raesya Chilla Divandra mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya dalam kompetisi tersebut. “Saya sangat bersyukur bisa meraih juara dua. Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar dan berkembang di bidang jurnalistik,” ucapnya.
Dalam lomba tersebut, Chilla mengangkat tema mengenai Kampung Seni di Kota Kediri dengan menyoroti keberlangsungan dan eksistensinya hingga saat ini. “Saya mencoba mengangkat cerita tentang Kampung Seni Kota Kediri, khususnya bagaimana komunitas di sana tetap bertahan dan beradaptasi di tengah perkembangan zaman saat ini,” ujarnya.
Menurut Chilla, proses penulisan karya dilakukan dengan riset dan pengamatan terhadap kondisi di lapangan, sehingga mampu menghadirkan sudut pandang yang lebih mendalam. Ia menilai, kekuatan cerita terletak pada kemampuan menggali sisi kemanusiaan dan keberlanjutan budaya.
“Saya berusaha menampilkan sisi human interest agar tulisan terasa lebih hidup dan dekat dengan pembaca,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....