Peringatan HKAN 2026: Saatnya Mengembalikan Sungai Sebagai Penyangga Kehidupan

  • 14 Agt 2026 23:28 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 menjadi momentum tepat untuk mengembalikan sungai sebagai penyangga kehidupan. Hal ini tidak terlepas dari peran penting sungai terhadap kehidupan manusia.

Sungai yang ada saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak sungai yang sudah tercemar sehingga merusak kualitas air dan ekosistem yang ada didalamnya. Menjaga kualitas sungai menjadi baik butuh peran semua pihak, baik itu pemerintah,

Dalam kesempatan Dialog Pagi RRI Kediri, Jumat, 14 Agustus 2026, Divisi Program Konservasi Mangrove Badan Riset Urusan Sungai Nusantara Mohammad Reza Mudawam, S. Pi. menjelaskan betapa pentingnya sungai sebagai penyangga kehidupan.

“Sungai sangat penting sekali, salah satunya ialah sebagai sumber air sehingga bisa digunakan pada kebutuhan rumah tangga. Lalu sebagai pusat habitat dari berbagai biota makhluk hidup, penghubung ekosistem wilayah darat menuju pesisir laut, pendukung mata pencaharian nelayan, petani dan pelaku usaha lainnya. ” ujar Dawam sapaan akrabnya.

Ia juga menyampaikan sungai menjadi sangat krusial untuk dijaga keberadaannya karena fungsi dari sungai sangatlah besar, sebagian besar kehidupan kita tidak bisa terlepas dari air. Maka dari itu jika sungai yang seharusnya sebagai sumber air bagi kehidupan kita menjadi rusak, kehidupan makhluk hidup yang ada pun pasti akan berdampak.

Penghijauan hutan dan penanaman kembali mangrove yang ada di sekitar pesisir pantai juga saling berkaitan dengan keberadaan sungai yang bagus kualitas airnya. Jika air sungai yang mengalir ke hilir kualitas airnya buruk maka mangrove yang ada disekitar pesisir pun tidak dapat hidup.

“Perbaiki kualitas air terlebih dahulu karena semua akan saling berkaitan, baik dari hulu hingga hilir semua ekosistem yang ada disekitar sungai sangat bergantung pada kualitas airnya” ungkapnya.

Dalam mengukur efektivitas pemulihan sungai tidak cukup hanya dengan melihat kebersihan air, tetapi juga harus memastikan fungsi sungai sebagai penyangga kehidupan dan habitat tetap terjaga. Kondisi sungai yang kini banyak dihuni ikan non-endemik seperti ikan sapu-sapu menunjukkan adanya pergeseran ekosistem yang perlu diatasi melalui konservasi ikan dan habitat asli sungai.

“Sungai itu menjadi sumber habitat makhluk hidup. Kalau kondisi sungai saat ini memprihatinkan, berkembangnya ikan yang bukan endemik seperti ikan sapu-sapu menunjukkan adanya pergeseran fungsi dan habitat,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....