75 Paskibraka Kabupaten Kediri 2026 Dikukuhkan
- 13 Agt 2026 13:08 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Sebanyak 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri Tahun 2026 resmi dikukuhkan untuk bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis, 13 Agustus 2026, dipimpin langsung Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Ke-75 anggota tersebut akan bertugas dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih di Lapangan Canda Bhirawa Kabupaten Kediri pada 17 Agustus mendatang. Mereka merupakan bagian dari 77 pelajar yang terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Kediri tahun ini.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, menjelaskan, dua anggota lainnya ditugaskan mewakili Kabupaten Kediri pada upacara tingkat Provinsi Jawa Timur. Kedua anggota tersebut yakni Aura Callula Augista dari SMAN 2 Pare dan Dimas Sedayu Pangesti dari SMKN 1 Grogol.
“Kita ada 77 Paskibraka, terdiri dari 39 putri dan 38 putra. Tetapi untuk yang hari ini dikukuhkan dan nanti bertugas mengibarkan bendera Merah Putih di Kabupaten Kediri, tepatnya di Lapangan Canda Bhirawa, berjumlah 75 orang,” ujar Yuli.
Yuli menambahkan, dua anggota yang bertugas di tingkat provinsi telah mengikuti pemusatan latihan sejak 5 Agustus 2026. Sementara itu, 75 anggota lainnya masih menjalani latihan di tingkat kabupaten untuk memantapkan formasi dan kesiapan pelaksanaan upacara.
“Latihan tetap berjalan untuk pemantapan formasi, karena tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin. Ada beberapa pembenahan yang dilakukan, salah satunya penyesuaian posisi tiang bendera agar memenuhi standar nasional,” kata Yuli.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta para anggota Paskibraka tidak hanya menjalankan tugas dalam upacara, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi pelajar lainnya. Menurutnya, status sebagai pelajar terpilih harus diikuti dengan perilaku yang mencerminkan keteladanan.
“Paskibraka ini adalah orang-orang yang terpilih untuk melaksanakan upacara 17 Agustus yang ke-81. Pesan saya, sebagai Paskibraka, pastikan punya kebanggaan dan menjadi contoh di sekolah,” ujar Mas Dhito
Mas Dhito secara khusus mengingatkan anggota Paskibraka untuk menjauhi tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Ia berharap para anggota mampu menunjukkan perilaku positif dan menjadi contoh bagi teman-temannya. “Contoh yang baik adalah siswa yang tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dianggap tidak baik, seperti bullying,” katanya.
Selain bullying, Mas Dhito juga meminta para anggota Paskibraka ikut menjaga diri dari risiko pernikahan dini. Ia mengatakan, persoalan tersebut masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri karena terdapat kasus yang melibatkan pelajar.

“Saya ini selalu mencoba menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Kediri. Saya sedih ketika mendengar angkanya bertambah terus. Ada yang usianya masih sekolah, rata-rata masih sekolah, yang penyebabnya hamil di luar nikah,” tutur Mas Dhito.
Mas Dhito menilai, upaya menekan pernikahan dini tidak dapat hanya dilakukan pemerintah daerah. Menurutnya, pengawasan dan pendampingan dari orang tua memiliki peran penting dalam mencegah persoalan tersebut.
Selain itu, Mas Dhito meminta anggota Paskibraka tetap memegang nilai-nilai Pancasila dan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami dalam konteks upacara, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu orang tua anggota Paskibraka, Insana Wiyati, mengaku bangga dan terharu karena putrinya, Jihan Fatharani, siswi kelas 11 MAN 2 Kediri, terpilih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Kediri. “Tentunya sangat senang, bangga, haru anak saya bisa ikut Paskibraka. Memang dari SMP dulu sering mengikuti kegiatan Paskibraka. Bahkan dulu sering jadi juara di sekolahnya. Semoga ke depan bisa sukses dan bisa terus membanggakan orang tua, bisa mengharumkan nama bangsa,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....