Ingatlah, Semua Ada Garis Finish
- 15 Agt 2026 00:28 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Merefleksi setiap kegiatan yang kita lakukan selama kita hidup didunia tidak akan ada yang abadi, kita harus mengingat bahwa nantinya kita akan berjumpa di garis finish. Ketika kita sedang diuji oleh Allah SWT baik itu ujian kebaikan maupun keburukan kita sikapi dengan batas sewajarnya.
Dalam menjalani kehidupan ini kita dihadapkan pada ujian kebaikan maka diharapkan kita jangan terlalu bersenang hati. Sebaliknya ketika kita dihadapkan pada ujian keburukan maka kita jangan sampai putus asa, karena segala sesuatu itu pasti memiliki batas waktunya.
Dalam kesempatan Kajian Mutiara Pagi RRI Kediri, Rabu, 12 Agustus 2026, Ustaz Mansur, selaku pengasuh PP Majlis Ta’lim Nur Arofah Kota Kediri menjelaskan dalam menyikapi kehidupan yang dijalani untuk selalu mengingat kepada Allah SWT. “Jika kita dihadapkan pada sebuah ujian jangan sampai kita memiliki rasa cinta yang berlebih, harus berlandaskan pada Allah SWT, semua yang kita alami kebaikan maupun keburukan akan memiliki batas waktu dan kita jangan sampai memiliki rasa melekat di hati,,” ujar Ustaz Mansur.
Ia juga menyampaikan jika rasa tersebut dimiliki oleh kita seiring berjalannya waktu akan menumbuhkan rasa khawatir dan takut. Untuk itu sikap yang dapat kita lakukan adalah dengan berpasrah kepada Allah SWT.
Semua kebaikan dan keburukan itu yang datangnya dari Allah SWT itu semua adalah ujian bagi kita. Sesuai dengan firman Allah SWT yang disampaikan. “Aku menguji kalian dengan kebaikan maupun keburukan, semua merupakan sebuah ujian. Ujian yang kita rasakan didunia nantinya akan berakhir,” ucapnya.
Sama halnya dengan kehidupan yang kita jalani saat ini nantinya akan berakhir, firman Allah SWT pun menjelaskan,“ Kullu Nafsin zaa’iqatul, wa nablukum bisyarri wal khairi fitnah maut artinya setiap manusia pasti akan sampai pada ajalnya, maka dari itu aku menguji kalian dari kebaikan dan keburukan menjadi fitnah. Maka dari ayat ini kita dalam menjalani hidup jangan sampai ada muncul rasa ketergantungan. Jika dalam hal kebaikan jangan sampai timbul rasa ketergantungan bahwa ini milik saya, ini bagian dari kehidupan saya. Ketika muncul rasa seperti itu, nantinya akan timbul kemudaratan seperti rasa kikir,” ujarnya.
Pasrah kepada Allah SWT menjadi kunci ketika kita dihadapkan pada suatu ujian, "sikap kita dalam hal menyikapi apapun yang terjadi pada kita dari kebaikan maupun keburukan, maka jalani dengan cara kepasrahan kepada yang memberi yaitu Allah SWT. Karena semua itu merupakan ujian bagi kita," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....