Hari Lahir Pancasila 2026, Situs Persada Sukarno Terbitkan Buku

  • 31 Mei 2026 16:08 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni tahun ini, Pengelola rumah masa kecil Bung Karno, Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri siap menerbitkan buku berjudul Pancasila di Bumi Kediri
  • Keberadaan Pancasila sangat sesuai menjadi mercusuar perdamaian dunia

RRI.CO.ID, Kediri - Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni tahun ini, Pengelola rumah masa kecil Bung Karno, Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri siap menerbitkan buku berjudul Dari Kediri Bung Karno Menggali Pancasila. Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian Situs Persada Sukarno Kediri, Kushartono, pada Minggu, 31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, tujuan penerbitan buku yang ditulis Andri Permana itu, untuk kembali mengingatkan masyarakat Indonesia dan meluruskan sejarah, bahwa Pancasila bukan lahir di Ende, saat Bung Karno berada dalam masa pengasingan, yakni tahun 1934 - 1938. "Sebenarnya, berbagai media nasional seperti Tribunnews Surabaya, BangsaOnline, hingga RRI Kediri secara lugas, telah melaporkan temuan data yang menghentak, yaitu bahwa proses penggalian Pancasila telah dimulai jauh sebelum Ende, yakni sejak tahun 1918," kata Kushartono.

Menurut Kushartono, gerakan ini bukanlah upaya untuk mencuri panggung sejarah dari Ende. Akan tetapi, sebuah pertanggungjawaban ilmiah untuk meluruskan garis waktu yang selama ini terlewatkan.

"Kita harus selalu ingat, jas merah, jangan melupakan sejarah. Bila ada sejarah yang belum sesuai fakta, itu harus diluruskan, supaya generasi muda mendatang tidak salah memahami," kata Kushartono.

Sementara itu, warga di Kediri, Candra mengaku, selama ini Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila, saat menjalankan ibadah sesuai agama, serta saling menghormati sesama manusia.

"Sampai sekarang, nilai-nilai Pancasila masih tertanam dan saya amalkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Candra mengemukakan, pengamalan Pancasila ini sudah diimplementasikan olehnya sejak di lingkup internal keluarga. Contohnya, sila pertama Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa patut dijunjung tinggi.

"Termasuk pula Sila Kedua Pancasila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, hingga sila lainnya itu wajib kita amalkan sampai kapanpun," katanya.

Dengan demikian, masyarakat di Kediri percaya bahwa di tengah gejolak dan konflik dunia, maka Pancasila masih relevan untuk kehidupan. Bahkan, keberadaan Pancasila sangat sesuai menjadi mercusuar perdamaian dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....