Dampak Musim Kemarau, Petani Kediri Mulai Beralih Tanam Jagung

  • 10 Agt 2026 16:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Memasuki puncak musim kemarau 2026, sejumlah petani di Kabupaten Kediri mulai mengubah pola tanam dengan beralih dari padi ke jagung dan bawang merah. Perubahan tersebut dilakukan karena kedua komoditas dinilai lebih sesuai dengan kondisi ketersediaan air sekaligus memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Wiluyo, petani asal Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mengatakan peralihan komoditas saat ini mulai dilakukan oleh sebagian besar petani di wilayahnya. Menurutnya, jagung dan bawang merah menjadi pilihan karena kebutuhan airnya dinilai lebih sedikit dengan kondisi lahan saat kemarau.

“Rata-rata petani sekarang sudah mulai beralih tanam. Selain jagung, banyak yang memilih bawang merah karena dibandingkan padi, kedua komoditas itu dinilai lebih memberikan keuntungan,” ujar Wiluyo, saat ditemui RRI, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Wiluyo, keputusan petani mengubah pola tanam juga tidak terlepas dari kondisi ketersediaan air yang mulai terbatas. Petani harus menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lahan agar kegiatan pertanian tetap dapat berjalan selama musim kemarau.

Peralihan pola tanam tersebut juga sejalan dengan langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. Petani didorong melakukan percepatan tanam, baik padi maupun jagung, dengan memanfaatkan ketersediaan air yang masih tersisa di lahan pertanian.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko tanaman mengalami kekurangan air ketika kondisi kemarau semakin panjang. Dengan percepatan tanam, tanaman diharapkan dapat tumbuh hingga memasuki fase panen sebelum ketersediaan air semakin menurun.

Kabid Pengelolaan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Rini Pudyastuti, mengatakan pihaknya telah menerima imbauan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.

“Menindaklanjuti imbauan tersebut, kami melakukan percepatan tanam padi dan jagung dengan memanfaatkan sisa air yang masih tersedia. Harapannya, tanaman bisa segera tumbuh dan tetap bertahan hingga siap panen sebelum terjadi kekurangan air,” kata Rini.

Selain percepatan tanam, Dispertabun Kabupaten Kediri juga menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau. Salah satunya dengan melakukan pencegahan terhadap potensi ledakan hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Rini menambahkan, pemerintah juga menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian atau alsintan bagi petani. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan budidaya sekaligus menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....