Harga Daging Ayam di Pasar Wates Kediri Tembus Rp34.000

  • 06 Agt 2026 19:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Harga daging ayam di Pasar Tradisional Wates, Kabupaten Kediri, mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir hingga mencapai Rp34.000 per kilogram. Kenaikan tersebut dirasakan pedagang sejak aktivitas ekonomi kembali meningkat bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Sebelum mengalami kenaikan, harga daging ayam masih berada pada kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram. Namun secara bertahap harga terus bergerak naik hingga menyentuh Rp34.000 per kilogram di tingkat pedagang.

Sejumlah pedagang menilai meningkatnya permintaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga. Mereka menduga permintaan kembali meningkat setelah sejumlah aktivitas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali berjalan usai masa libur sekolah.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Wates, Kurniawan, mengatakan lonjakan harga mulai dirasakan sekitar dua pekan terakhir. Menurutnya, kenaikan terjadi secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

"Yang kami rasakan di lapangan, permintaan memang meningkat setelah aktivitas sekolah kembali normal. Kemungkinan Program Makan Bergizi Gratis juga ikut mendorong kebutuhan ayam, sementara stok yang tersedia masih terbatas," ujar Kurniawan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Meski demikian, Kurniawan menegaskan bahwa dugaan tersebut merupakan hasil pengamatan pedagang di lapangan. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab utama kenaikan harga daging ayam di wilayah tersebut.

Selain meningkatnya permintaan, pedagang juga mengaku menghadapi keterbatasan pasokan dari peternak. Kondisi tersebut membuat ketersediaan barang tidak sebanding dengan kebutuhan pasar sehingga harga bertahan pada level tinggi.

“Di tingkat peternak memang barangnya sedikit. Perkiraan imbas cuaca, jadi ayam banyak yang sakit. Belum lagi pakan masih mahal juga sampai sekarang,” jelasnya.

Kenaikan harga juga dirasakan kalangan pelaku usaha yang menggunakan daging ayam sebagai bahan baku. Salah satunya Fatimah, pemilik warung makan di Kecamatan Wates yang mengaku harus menyesuaikan pengeluaran akibat harga ayam yang terus meningkat.

"Harga ayam yang naik tentu berdampak pada biaya modal usaha. Kami berharap harga bisa segera stabil karena kebutuhan ayam cukup besar setiap hari. Kalau kondisi ini berlangsung lama, biaya operasional juga akan semakin berat," kata Fatimah.

Hingga saat ini, aktivitas jual beli daging ayam di Pasar Wates masih berlangsung normal. Namun, pedagang maupun pembeli berharap pemerintah dapat menjaga kelancaran pasokan agar harga kembali stabil dan tidak semakin membebani masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....